Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN penduduk Israel menutup jalan utama di Tel Aviv, pada Sabtu (13/1). Mereka menuntut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengundurkan diri dan pembebasan tawanan di Jalur Gaza.
“Para pengunjuk rasa yang menyerukan pembubaran pemerintah Israel yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu dan kembalinya sandera dari Gaza menutup Jalan Ayalon sebagai bagian dari aksi protes,” kata laporan media Israel, Channel 12.
Penutupan jalan tersebut merupakan tindakan yang tidak biasa. Polisi menangkap delapan warga Israel dengan tuduhan ikut serta dalam penutupan jalan tersebut.
Baca juga: Di Yogyakarta, Ribuan Orang Gelar Aksi 100 Hari Genosida Israel
Penutupan jalan juga bersamaan dengan unjuk rasa di pusat kota Tel Aviv yang menuntut pembebasan sandera di Gaza. Ratusan orang juga dilaporkan berdemonstrasi di kota Haifa untuk menuntut pemerintahan Netanyahu segera mengundurkan diri.
Mereka menuduh rezim Netanyahu tersebut gagal mengendalikan perang di Gaza. Hal ini terjadi ketika Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas mengumumkan kehilangan hubungan dengan kelompok yang menyandera empat orang Israel yang ditahan di Gaza sejak 2014.
Baca juga: Massa Aksi Bela Palestina Membubarkan Diri, Sekitar Kedubes AS Macet
Hamas menuntut syarat pembebasan sandera dengan penghentian total serangan Israel di seluruh Jalur Gaza. Permintaan tersebut ditolak Israel dan hanya bersedia memberikan jeda kemanusiaan sementara.
Mesir dan Qatar, bersama dengan Amerika Serikat, mempelopori upaya untuk mencapai jeda sementara kedua di Gaza. Jeda pertama dicapai pada November yang menghasilkan pembebasan 105 tahanan yang ditahan Hamas, termasuk 81 warga Israel, 23 warga negara Thailand, dan satu warga Filipina.
Terdapat 240 tahanan Palestina yang dibebaskan Israel. Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan terhadap pemukiman Israel di dekat Gaza, yang mengakibatkan kematian 1.200 warga Israel, cedera pada 5.431 orang, dan penangkapan sedikitnya 239 sandera.
Israel memperkirakan keberadaan 137 sandera yang masih ditahan di Jalur Gaza, menurut laporan media dan pernyataan dari pejabat Israel. (Anadolu/Z-3)
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
Presiden Donald Trump mengancam akan meluncurkan operasi militer untuk "membasmi" Hamas, jika aksi pembunuhan di Gaza terus berlanjut.
Berikut lima poin penting yang merangkum perjalanan konflik antara Israel dan Hamas sejak 2023 hingga 2025.
Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas sebagai “hari luar biasa bagi Timur Tengah”.
Presiden AS Donald Trump menyatakan perang Gaza berakhir jelang pertemuan perdamaian di Timur Tengah. Hamas akan bebaskan sandera, Israel siapkan tukar tahanan.
Sekjen PBB Antonio Guterres sambut gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera. Trump sebut kesepakatan ini sebagai terobosan besar perdamaian. Baca selengkapnya!
Kabar kesepakatan damai antara Israel dan Hamas disambut haru oleh keluarga para sandera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved