Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan bahwa tahun 2023 sebagai tahun paling berdarah bagi warga Palestina lebih dari satu dekade terakhir.
Safadi menekankan pentingnya melanjutkan kerja sama dengan komunitas internasional untuk menghentikan perang Israel-Hamas.
Kantor Berita Yordania (Petra) melaporkan, Safadi memperingatkan bahwa pengungsian orang-orang di Gaza tidak akan memberikan solusi, namun hanya akan memperparah situasi.
Baca juga : Pejuang Hamas Janji akan Bebaskan Lebih Banyak Sandera
Oleh karena itu, keamanan hanya akan tercapai dengan menyelesaikan konflik dan solusi dua negara.
Baca juga : Kekerasan Berlanjut di Tepi Barat, Tentara Israel Tembak 6 Warga Palestina
"Israel tidak akan menikmati keamanan dengan membunuh warga Palestina," katanya
Dia mengatakan pada pertemuan Dewan Keamanan PBB mendatang, Komite Penghubung Arab-Islam akan mendesak gencatan senjata permanen.
"Israel menyerang siapa saja yang tidak setuju dengan kebijakannya, dan Israel tidak bisa lepas dari hukum internasional. Kita semua ingin gencatan senjata ini berubah menjadi gencatan senjata permanen dan mengakhiri agresi ini," tegas Safadi.
"Jika keputusan ini tidak diambil, Dewan Keamanan bertanggung jawab untuk melanggengkan kebiadaban yang diwakili oleh agresi Israel terhadap rakyat kami di Gaza,” pungkasnya.
Safadi menggelar konferensi pers bersama dengan menteri luar negeri Slovenia dan Portugal, Tanja Fajon dan Joao Cravinho.(Z-8)
Wisma Putra menyatakan undang-undang tersebut jelas bersifat diskriminatif terhadap rakyat Palestina dan menghapuskan segala bentuk kebijaksanaan kehakiman.
JDF Asia Pasifik juga mendesak langkah konkret komunitas internasional untuk menghentikan implementasinya.
KEPALA Staf Angkatan Darat Israel yang baru Mayor Jenderal (Purn.) Eyal Zamir yang juga merupakan mantan Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan mulai menjabat, Rabu (1/4).
Mereka menggarisbawahi bahwa undang-undang itu merupakan eskalasi yang berbahaya, terutama penerapannya yang diskriminatif terhadap tahanan Palestina.
Mereka juga menyerukan agar semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan penjaga perdamaian.
Kompleks Masjid Al-Aqsa ditutup selama 34 hari berturut-turut oleh otoritas Israel. Ketegangan meningkat jelang libur Paskah seiring rencana penyerbuan kelompok tertentu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved