Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri melaporkan masih ada satu keluarga warga negara Indonesia (WNI) menunggu proses evakuasi di Gaza, Palestina. Pasalnya, proses evakuasi WNI tersebut harus mendapatkan persetujuan dan koordinasi dengan otoritas setempat.
"Saat ini kita masih berusaha untuk evakuasi satu keluarga WNI dari Gaza di tengah situasi yang sangat kritis," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lalu Muhamad Iqbal kepada awak media, Sabtu (4/11). Menteri Luar Negeri berkomunikasi langsung secara intensif dengan semua pihak yang memiliki aset di Gaza.
Saat ini, total ada enam orang yang masih tersisa di Gaza. Tiga WNI ada di Gaza utara yang menjadi relawan dan tiga lainnya di Gaza selatan.
Baca juga: Jurnalis Palestina Terbunuh dalam Serangan Udara Israel
"Mesir dan Qatar di antara negara yang ikut membantu proses evakuasi WNI dari Gaza. Pemerintah Indonesia sangat memghargai dukungan tersebut," jelasnya
Di kesempatan lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut dalam kondisi ini tidak melakukan evakuasi, selain serangan Israel masih terus terjadi, WNI juga harus mendapatkan approval dan memenuhi syarat-syarat administrasi. "Ini peta Gaza, hanya untuk menunjukkan tidak mudahnya evakuasi yang harus dilakuakan," ujarnya.
Baca juga: Semangka, Jeruk Jaffa, dan Zaitun sebagai Simbol Palestina
Dia menambahkan bahwa kondisi lain yang lebih menyulitkan dari proses evakuasi, antara lain komunikasi selalu on and off. "Sambungan komunikasi kadang dapat dipergunakan dan kadang dalam banyak waktu tidak dapat dipergunakan. Jadi seperti kemarin pada saat kita hilang koneksi, kita mencoba minta bantuan teman-teman yang ada di Gaza untuk mengontak WNI, apakah mereka dalam kondisi baik atau tidak. Karena komunikasi dari luar Gaza tidak dapat dilakukan," paparnya.
Dirinya telah melakukan pengecekan ke beberapa negara dan mereka juga mengalami hambatan serupa. Oleh karena itu, pihaknya terus mencoba berusaha melakukan evakuasi WNI yang masih tersisa di Gaza.
"Satu keluarga WNI sudah selesai kita evakuasi. Terdapat satu keluarga WNI lagi yang terus berusaha kita evakuasi. Mereka terdiri dari 3 WNI (suami dan dua anak) dan 1 istri warga negara Palestina," lanjutnya.
Keluarga ini sudah sampai di pintu Rafah. Nmun masih terdapat beberapa kendala administrasi yang sedang berusaha diurus dan diselesaikan.
"Tidak seperti evakuasi yang terjadi di tempat lain, karena setiap evakuasi memiliki situasi yang berbeda. Situasi evakuasi di Gaza ini dilakukan juga berbeda. Perlu waktu panjang untuk menciptakan koridor evakuasi," tegasnya.
Selain sulit menciptakan koridor aman evakuasi, kata Retno, proses administrasi untuk dapat meninggalkan Gaza juga sangat ketat dan melibatkan banyak pihak kunci di Gaza. "Jadi nama-nama itu harus mendapatkan approval dari banyak pihak yang ada di Gaza dan ini tidak kita alami di proses evakuasi yang sebelumnya. Sekali lagi, setiap evakuasi memliki karakter masing-masing," pungkasnya. (Z-2)
Pasukan Israel mulai merobohkan markas besar UNRWA di Yerusalem Timur. PBB menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
ORGANISASI nonpemerintah hak asasi manusia Arab mengajukan permohonan agar Inggris menjatuhkan sanksi terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
SETIDAKNYA 84 tahanan Palestina meninggal di penjara-penjara Israel sejak Oktober 2023 setelah mengalami penyiksaan sistematis.
EMIRAT Arab menjadi salah satu negara pertama yang secara terbuka berkomitmen pada Dewan Perdamaian Presiden Donald Trump pada Selasa (20/1).
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde disebut terus melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan secara berkala.
WNI tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas penahanan khusus anak atau remaja, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.
Konflik AS-Venezuela tidak hanya mengguncang stabilitas internal Venezuela, tetapi juga memunculkan kekhawatiran luas terkait berbagai hal, termasuk keselamatan WNI di sana.
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh AS memicu krisis geopolitik. DPR RI menegaskan keselamatan WNI di Venezuela harus jadi prioritas utama.
Kemenlu RI belum menerima informasi resmi yang mengonfirmasi adanya WNI yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved