Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri melaporkan masih ada satu keluarga warga negara Indonesia (WNI) menunggu proses evakuasi di Gaza, Palestina. Pasalnya, proses evakuasi WNI tersebut harus mendapatkan persetujuan dan koordinasi dengan otoritas setempat.
"Saat ini kita masih berusaha untuk evakuasi satu keluarga WNI dari Gaza di tengah situasi yang sangat kritis," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lalu Muhamad Iqbal kepada awak media, Sabtu (4/11). Menteri Luar Negeri berkomunikasi langsung secara intensif dengan semua pihak yang memiliki aset di Gaza.
Saat ini, total ada enam orang yang masih tersisa di Gaza. Tiga WNI ada di Gaza utara yang menjadi relawan dan tiga lainnya di Gaza selatan.
Baca juga: Jurnalis Palestina Terbunuh dalam Serangan Udara Israel
"Mesir dan Qatar di antara negara yang ikut membantu proses evakuasi WNI dari Gaza. Pemerintah Indonesia sangat memghargai dukungan tersebut," jelasnya
Di kesempatan lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut dalam kondisi ini tidak melakukan evakuasi, selain serangan Israel masih terus terjadi, WNI juga harus mendapatkan approval dan memenuhi syarat-syarat administrasi. "Ini peta Gaza, hanya untuk menunjukkan tidak mudahnya evakuasi yang harus dilakuakan," ujarnya.
Baca juga: Semangka, Jeruk Jaffa, dan Zaitun sebagai Simbol Palestina
Dia menambahkan bahwa kondisi lain yang lebih menyulitkan dari proses evakuasi, antara lain komunikasi selalu on and off. "Sambungan komunikasi kadang dapat dipergunakan dan kadang dalam banyak waktu tidak dapat dipergunakan. Jadi seperti kemarin pada saat kita hilang koneksi, kita mencoba minta bantuan teman-teman yang ada di Gaza untuk mengontak WNI, apakah mereka dalam kondisi baik atau tidak. Karena komunikasi dari luar Gaza tidak dapat dilakukan," paparnya.
Dirinya telah melakukan pengecekan ke beberapa negara dan mereka juga mengalami hambatan serupa. Oleh karena itu, pihaknya terus mencoba berusaha melakukan evakuasi WNI yang masih tersisa di Gaza.
"Satu keluarga WNI sudah selesai kita evakuasi. Terdapat satu keluarga WNI lagi yang terus berusaha kita evakuasi. Mereka terdiri dari 3 WNI (suami dan dua anak) dan 1 istri warga negara Palestina," lanjutnya.
Keluarga ini sudah sampai di pintu Rafah. Nmun masih terdapat beberapa kendala administrasi yang sedang berusaha diurus dan diselesaikan.
"Tidak seperti evakuasi yang terjadi di tempat lain, karena setiap evakuasi memiliki situasi yang berbeda. Situasi evakuasi di Gaza ini dilakukan juga berbeda. Perlu waktu panjang untuk menciptakan koridor evakuasi," tegasnya.
Selain sulit menciptakan koridor aman evakuasi, kata Retno, proses administrasi untuk dapat meninggalkan Gaza juga sangat ketat dan melibatkan banyak pihak kunci di Gaza. "Jadi nama-nama itu harus mendapatkan approval dari banyak pihak yang ada di Gaza dan ini tidak kita alami di proses evakuasi yang sebelumnya. Sekali lagi, setiap evakuasi memliki karakter masing-masing," pungkasnya. (Z-2)
Presiden Prabowo hubungi Mahmoud Abbas dan pemimpin dunia Islam saat Idul Fitri. Langkah ini jadi sinyal kuat diplomasi Indonesia di panggung global.
Salon di Beit Awa, wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, Rabu (18/3) dihantam sebuah proyektil meledak akibat saling serang Israel dan Iran. Empat perempuan Palestina tewasÂ
Secara khusus menyapa pemudik yang kembali ke tanah kelahiran dan atas nama pribadi, keluarga, serta Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat menyampaikan ucapan selamat datang kembali.
Mahmoud Abbas membawa harapan besar agar momentum hari kemenangan ini menjadi titik balik bagi kemerdekaan bangsa Palestina.
Human Rights Watch mendesak Hungaria menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu terkait surat perintah ICC atas dugaan kejahatan perang di Gaza saat kunjungannya Sabtu ini.
Dilaporkan The Guardian, ratusan warga Palestina terlihat melaksanakan salat di sekitar Kota Tua pada Jumat (20/3) pagi eaktu setempat, setelah polisi Israel menutup akses
PEMERINTAH Indonesia tengah menyiapkan evakuasi gelombang kedua warga negara Indonesia atau WNI dari Iran di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan kepulangan 22 WNI dari Iran merupakan bukti kehadiran negara dalam melindungi warganya di tengah situasi darurat internasional.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengevakuasi 32 Warga Negara Indonesia dari Iran
Menlu Sugiono ungkap sulitnya evakuasi WNI dari Iran akibat penutupan ruang udara. Cek jadwal kedatangan 10 WNI berikutnya pada 11 Maret 2026 di sini.
Kemlu imbau WNI tunda perjalanan ke Timur Tengah akibat eskalasi keamanan. Simak update repatriasi 22 WNI dari Iran per 10 Maret 2026 di sini.
Kementerian Luar Negeri mengevakuasi gelombang pertama WNI dari Iran akibat situasi Timur Tengah yang tidak menentu. 22 WNI dijadwalkan tiba hari ini di Bandara Soekarno-Hatta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved