Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPR RI Puan Maharani menilai anggota parlemen negara-negara Asia Tenggara (AIPA) menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam menangani berbagai permasalahan global.
Menurut Puan, saat ini merupakan kesempatan bagi parlemen untuk menjawab tantangan secara bersama-sama, khususnya saat ASEAN yang sedang menghadapi berbagai krisis multidimensi. Dia pun mengajak negara anggota ASEAN untuk menjaga Asia Tenggara yang kondusif.
"Marilah kita bekerja sama menjaga Asia Tenggara yang kondusif untuk mewujudkan kehidupan masyarakatnya yang tentram maju dan sejahtera" papar Puan saat membuka acara Sidang Umum ke-44 'ASEAN Inter-Parliamentary Assembly' (AIPA) di Jakarta, pada Senin (7/8/).
Baca juga: Komite Sosial AIPA Sepakati Tiga Draf Resolusi untuk ASEAN yang Stabil dan Sejahtera
Forum Internasional ini bertemakan 'Responsive Parliaments for a Stable and Prosperous ASEAN' sebagai bentuk komitmen bersama untuk menciptakan perdamaian dan kesejahteraan di Asia Tenggara.
Puan mengungkapkan, parlemen anggota AIPA harus dapat menjadi contoh dalam penanganan berbagai permasalahan di kawasan. Sehingga permasalahan di Asia Tenggara dapat diselesaikan oleh negara-negara di kawasan.
"Kita perlu mempertahankan ASEAN Centrality," kata Puan.
Baca juga: Puan Ajak Parlemen ASEAN Ciptakan Lingkungan Responsif Gender
Dia mengungkapkan bahwa Sidang Umum AIPA ke-44 menjadi kesempatan bagi parlemen Asia Tenggara dalam menghadapi sejumlah tantangan. Puan menjelaskan, tantangan tersebut seperti defisit perdamaian, defisit pembangunan serta defisit iklim.
Hadapi Berbagai Krisis Multidimensi
"Saat ini kita sedang menghadapi berbagai krisis multidimensi, baik terkait meningkatnya ketegangan geopolitik di Asia Tenggara, perlambatan ekonomi global, ataupun meningkatnya pemanasan global," ujarnya.
Baca juga: Delegasi DPR RI Ajukan Empat Saran Penguatan Peran AIPA
Sidang Umum AIPA ke-44 merupakan salah satu puncak keketuaan DPR RI di AIPA menyusul Presidensi DPR sebagai Ketua AIPA tahun 2023, sejalan dengan keketuaan Indonesia di ASEAN.
Presiden Joko Widodo membuka Sidang AIPA ke-44 yang digelar di Hotel Fairmont Senayan, Jakarta Pusat.
Puan Maharani juga meresmikan pembukaan Sidang Umum ke-44 AIPA bersama Sekretaris Jenderal AIPA Siti Rozaimeriyanty Dato Haji Abdul Rahman. Jokowi bersama Puan dan Siti menekan tombol tanda dibukanya Sidang Umum ke-44 AIPA. (RO/S-4)
Pasar ASEAN memberikan kontribusi signifikan sebesar 36,5% dari seluruh kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada periode Januari–November 2025.
DI tengah upaya pemulihan dan penguatan pariwisata regional pasca-pandemi, kolaborasi lintas negara menjadi kunci untuk menggerakkan kembali sektor perjalanan di Asia Tenggara.
Penyusunan Perpres dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, terutama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Sugiono menegaskan, peran ASEAN saat ini semakin penting sebagai jangkar stabilitas di Asia Tenggara.
TIONGKOK mulai mengoperasikan pulau Hainan di selatan sebagai Hong Kong Baru dengan sistem kepabeanan atau bea cukai baru, terpisah dari daratan utama. Bagaimana pengaruhnya terhadap ASEAN
Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow mengatakan ada syarat yang diajukan Thailand sebelum gencatan senjata konflik Thailand vs Kamboja setelah pertemuan khusus ASEAN
Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mengikuti pertemuan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Caucus ke-15 di Jerudong, Brunei Darussalam.
TPS 19 Banjar Teba, Kec. Jimbaran dipilih menjadi salah satu tempat yang dikunjungi oleh para observer.
Putu Supadma Rudana menegaskan pentingnya Program Pemantauan Pemilu atau Election Visit Program (EVP) 2024 yang dilaksanakan di Bali.
Sudah ada 19 negara sahabat dan tiga organisasi parlemen internasional mengonfirmasi akan menjadi pemantau atau observer pada penyelenggaraan Pemilu 2024 di Indonesia.
Negara tidak boleh mengurangi hak rakyat dalam menjalankan kedaulatannya, harus diberi ruang kebebasan yang seluas-luasnya bagi rakyat untuk memilih sesuai hati nuraninya,
Sidang Umum AIPA dihadiri oleh sekitar 600 delegasi yang terdiri dari parlemen ASEAN anggota AIPA, perwakilan parlemen negara observer dan organisasi internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved