Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
UKRAINA akan segera melancarkan serangan balasan ke wilayah Rusia. Panglima Angkatan Darat Ukraina Kolonel Jendral Oleksandr Syrskyi menyatakan serangan balasan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Segera, kami akan mengambil kesempatan ini, seperti sudah kami lakukan di masa lalu dekat Kiev, Kharkiv, Balakliia dan Kupiansk," kata Syrskyi seperti dilaporkan laman harian Inggris, The Guardian, Jumat (25/3).
Baca juga : Rusia akan Nyatakan Perang ke Negara yang Berani Tangkap Putin
Seperti yang sudah diketahui, pasukan Ukraina selama ini berusaha menangkal serangan operasi militer musim dingin yang dilancarkan oleh Rusia. Namun, Syrskyi menegaskan bahwa pasukan tentara bayaran Rusia, Wagner Group sudah kehilangan kekuatn dan kehabisan energi bertempur di garis depan selama berbulan-bulan.
Berdasarkan laporan Reuters, pasukan Rusia dilaporkan tengah melancarkan serangan ke bagian utara dan selatan wilayah Donbas di Ukraina timur. Pihak Ukraina sendiri mengakui pertempuran sengit berlangsung di sektor utara yang membentang dari Lyman sampai Kupiansk.
Baca juga : Zelenskyy Mendadak Kunjungi Bakhmut
Pertarungan sengit juga berlangsung di bagian selatan kota Avdiivka yang terletak di pinggiran kota Donetsk yang dikuasai Rusia. Tetapi menurut laporan laman televisi Jerman. Deutsche Welle (DW), perhatian Rusia masih fokus kepada Bakhmut yang sudah berbulan-bulan tak kunjung bisa dikuasai mereka.
Rusia menganggap Bakhmut strategis karena selain bisa menjadi simbol kemenangan besar mereka dalam beberapa bulan terakhir, tetapi juga bisa merusak jalur pasokan militer Ukraina sehingga tentara Rusia bisa jauh lagi menembus daerah barat wilayah Donetsk yang dikuasai Ukraina. (Z-8)
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved