Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Jepang sangat terbebani biaya hidup dan tingginya potongan pajak pensiun serta kesehatan. Hal itu menyebabkan banyak pasangan muda enggan memiliki anak.
Pada saat yang bersamaan angka usia tua meningkat dan angka kelahiran menurun. Jepang pun terancam krisis masyarakat produktif sehingga banyak sekolah yang tutup karena kekurangan murid.
Hal itu diakui seorang warga Hakuba, Jepang, Ryouzou Iwai, 63. Menurut dia, tingginya biaya hidup dan beban pajak membuat generasi muda enggan cepat menikah dan memiliki anak.
Baca juga: Desa Wisata Hakuba Bangkit Pascapandemi Covid-19
"Itu terjadi di seluruh Jepang. Bahkan, di Hakuba, angka kelahiran menurun. Bahkan ada juga cerita bahwa dua sekolah pada akhirnya digabung menjadi satu akibat kekurangan siswa," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Minggu (19/2).
Menurut dia, penurunan angka kelahiran paling dominan disebabkan oleh masalah ekonomi. Termasuk beban masyarakat produktif diwajibkan membiayai generasi tua yang sudah memasuki masa pensiun.
"Saya juga terdampak. Saya juga khawatir masalah ini (angka penduduk yang masuk masa pensiun meningkat dan produktif menurun) akhirnya busa mengurangi penerimaan gaji pensiun saya," paparnya.
Pemilik salah satu home stay di Hakuba itu menambahkan gaji generasi produktif dipotong 40% untuk pajak. Angka sebanyak itu selain untuk asuransi kesehatan juga membiayai perawatan dan gaji pensiun lansia.
Selain itu, kata dia, biaya sewa tempat tinggal, listrik, akomodasi, biaya sekolah sangat mahal. Dengan demikian banyak yang berpikir untuk tidak memiliki anak.
Ia mengatakan, angka kekerasan terhadap anak turut berkontribusi pada krisis jumlah anak. Beberapa masyarakat mengkhawatirkan ketika memiliki anak berarti dibayangi oleh tindakan kriminal.
"Hari ini di Jepang banyak anak-anak dilecehkan. Mungkin itu pengaruh pandemi covid-19. Tapi kejadian seperti itu meningkat dari tahun ke tahun," jelasnya.
Instruktur olahraga ski itu juga menerangkan penuntasan krisis anak dan generasi muda di Jepang harus dilakukan secara komprehensif. Salah satunya dengan meningkatkan perlindungan terhadap anak dan membuat lingkungan ramah anak.
"Saya percaya bahwa peran orang dewasa untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi orang tua dan anak-anak," pungkasnya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menuturkan angka kelahran Jepang kurang dari 800 ribu di tahun lalu. Angka tersebut merosot dibandingkan era 1970-an yang mencapai lebih dari 2 juta orang.
"Jepang berada di ambang apakah kita dapat terus berfungsi sebagai masyarakat atau tidak," kata Kishida.
Dia pun berjanji akan memfokuskan perhatian pada kebijakan mengenai peningkatan jumlah kelahiran dan pelonggaran izin bekerja untuk pengasuhan anak.
Jepang berpotensi kehilangan sepertiga populasi pada 2060 mendatang. Salah satu yang terkena imbas tentunya sektor perekonomian. Jepang pun memberikan insentif finansial.
Analis Jepang di Eurasia Group, David Boling menyebut upaya itu sia-sia. Pemerintah telah menyediakan insentif finansial gagal memacu angka kelahiran.
Hasil sebuah survei pada 2021 terhadap 5.800 pasangan suami istri di Jepang mengungkapkan keengganan memiliki atau menambah jumlah anak. Persoalan keuangan menjadi penyebab.
Banyak perempuan Jepang juga enggan menikah dan memilih berkarier. Itu sebabnya, angka perempuan bekerja di Jepang yang bersamaan dengan angka pernikahan serta kelahiran terus menurun. (OL-1)
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Pemerintah memastikan sekolah tetap berlangsung tatap muka di tengah krisis global, dengan fokus pada capaian akademik dan penguatan pendidikan karakter siswa.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Banjir besar November 2025 menyisakan duka yang belum usai, menjadikan perayaan tahun ini pengingat pahit bahwa bencana datang silih berganti.
Program penguatan kualitas lingkungan belajar dan pengembangan kapasitas siswa digelar untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Jakarta Timur.
BPIP mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta yang menyelenggarakan Sosialisasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila bagi satuan pendidikan.
Sejumlah pakar dan hasil kajian sosiologi menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu memperkuat solidaritas dan semangat belajar siswa di sekolah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved