Minggu 15 Januari 2023, 17:44 WIB

Ajudan Erdogan Sebut Waktu Hampir Habis Ratifikasi Swedia dan Finlandia di NATO

Ferdian Ananda Majni | Internasional
Ajudan Erdogan Sebut Waktu Hampir Habis Ratifikasi Swedia dan Finlandia di NATO

AFP
Jubir kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin.

 

JURU bicara Presiden Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin menyebut Turki kehabisan waktu untuk meratifikasi tawaran keanggotaan NATO oleh Swedia dan Finlandia sebelum mengadakan pemilihan yang direncanakan pada Mei mendatang. 

Menurutnya, ratifikasi Turki atas tawaran negara bergantung pada seberapa cepat Stockholm memenuhi janji kontra-terorisme yang dibuat sebagai bagian dari kesepakatan dengan Ankara, dia memperingatkan bahwa itu bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Baca juga: orban Tewas Badai Filipina Bertambah Menjadi 27 Orang

"Stockholm berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan perjanjian yang ditandatangani tahun lalu di Madrid, tetapi negara membutuhkan enam bulan lagi untuk menulis undang-undang baru yang memungkinkan sistem peradilan menerapkan definisi baru terorisme," kata Kalin dalam konferensi pers di Istanbul. 

Bersama dengan Finlandia, Swedia menandatangani perjanjian dengan Turki tahun lalu yang bertujuan untuk mengatasi keberatan Ankara atas tawaran NATO mereka, yang dibuat pada Mei tahun lalu dan memerlukan persetujuan dari semua 30 negara anggota NATO. Kedua negara mendaftar untuk bergabung dengan NATO setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Ankara mengatakan Swedia perlu mengambil sikap yang lebih jelas terhadap apa yang dilihatnya sebagai teroris, terutama militan Kurdi dan organisasi yang disalahkan atas upaya kudeta 2016.

Parlemen Turki harus meratifikasi keputusan Ankara tentang keanggotaan kedua negara Nordik, dengan pemungutan suara pada keduanya diharapkan pada waktu yang bersamaan.

Kalin mengatakan pemerintah Swedia perlu mengirimkan pesan yang jelas kepada organisasi teroris bahwa Swedia tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi mereka dan mereka tidak akan dapat mengumpulkan uang, merekrut anggota, dan terlibat dalam kegiatan lain.

"Kami memiliki masalah waktu jika mereka ingin bergabung dengan NATO sebelum KTT NATO pada bulan Juni," tambah Kalin, dia mengacu pada pemilihan presiden dan parlemen Turki, yang diharapkan pada Mei.

"Mengingat parlemen akan memasuki masa reses beberapa saat sebelum pemilihan, Anda melihat kerangka waktu 2 hingga 2,5 bulan untuk melakukan semua ini," pungkasnya. (CNA/OL-6)

Baca Juga

AFP

PM Anwar Ibrahim Tunjuk Puterinya Jadi Penasihat Bidang Ekonomi

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 01 Februari 2023, 09:55 WIB
Anwar Ibrahim mengatakan bahwa Nurul Izzah tidak dibayar untuk peran penasihat senior. Penunjukan itu mulai berlaku pada 3 Januari...
Bulent Kilic/AFP

Militer Rusia Kuasai Desa Dekat Bakhmut di Donetsk

👤 Cahya Mulyana 🕔Rabu 01 Februari 2023, 09:37 WIB
Rusia mengatakan telah merebut sebuah desa di pinggiran utara Bakhmut, wilayah Donetsk, Ukraina. Desa Blahodatne, yang berjarak sekitar...
AFP/Handout / Pakistan

Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Pakistan Jadi 100 Orang

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 01 Februari 2023, 09:33 WIB
Sebagian besar korban yang tewas dalam aksi pengeboman bunuh diri pada Senin (30/1) petang itu adalah anggota...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya