Rabu 28 Desember 2022, 16:49 WIB

Rusia Tawarkan Pembekuan Sperma Gratis kepada Tentara yang Dikirim ke Ukraina

Ferdian Ananda Majni | Internasional
Rusia Tawarkan Pembekuan Sperma Gratis kepada Tentara yang Dikirim ke Ukraina

AFP/OLGA MALTSEVA
Ilustrasi militer Rusia.

 

Pasukan Rusia yang telah dikerahkan untuk berperang di Ukraina akan memiliki hak untuk membekukan sperma mereka secara gratis di cryobank, lapor kantor berita negara Rusia TASS.

Mengutip Igor Trunov, ketua Persatuan Pengacara Rusia, TASS melaporkan pada hari Rabu bahwa kementerian kesehatan Rusia menanggapi permohonannya untuk bantuan anggaran bagi tentara yang ingin memanfaatkan layanan tersebut.

"Kementerian menentukan kemungkinan dukungan keuangan dari anggaran federal untuk konservasi gratis dan penyimpanan sel kuman (spermatozoa) untuk warga yang dimobilisasi untuk berpartisipasi dalam operasi militer khusus untuk 2022-2024," kata Trunov dalam kutipan.

Menderita serangkaian kekalahan dan kemunduran dalam invasinya ke Ukraina, Rusia telah memanggil lebih dari 300.000 cadangan untuk mendukung upaya perangnya di Ukraina.

Laporan peningkatan permintaan pembekuan sperma pertama kali muncul pada bulan Oktober dalam sebuah laporan di surat kabar Moskovskij Komsomolets Rusia yang mengklaim bahwa setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi parsial untuk mendukung perang di Ukraina telah terjadi lonjakan pembekuan sperma, BBC melaporkan. Koresponden Rusia Steve Rosenberg melaporkan pada saat itu.

“Dulu, orang dengan penyakit kronislah yang menjadi pelanggan utama. Sekarang pria sehat membekukan sperma mereka, jika terjadi sesuatu pada mereka, sehingga mereka dapat memiliki jaminan kemungkinan untuk menjadi ayah,” Rosenberg mengutip surat kabar tersebut saat melaporkan.

Jenderal AS Mark Milley memperkirakan pada November bahwa sekitar 100.000 tentara Rusia telah terbunuh atau terluka sejak invasi ke Ukraina dimulai pada Februari. Dia juga mengatakan bahwa angkatan bersenjata Kyiv mungkin mengalami tingkat korban yang sama.

Gerakan mobilisasi Moskow juga mendorong ratusan ribu pria Rusia melarikan diri dari negara itu untuk menghindari wajib militer, dan juga memicu protes anti-Kremlin. (Aljazeera/OL-12)

Baca Juga

AFP

Gempa Antarkan Erdogan di Bawah Tekanan dalam Pilpres Mendatang

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:54 WIB
Hanya tiga bulan sebelum ujian terbesar dalam karier politiknya, gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang Turki dan Suriah dan...
dok.medcom

Centris: Peretas Tiongkok Awasi Muslim Uighur di Dunia Maya

👤Muhamad Fauzi 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:19 WIB
FACEBOOK beberapa waktu lalu mengumumkan peretas Tiongkok yang menggunakan akun palsu untuk membobol informasi pribadi aktivis Uighur, yang...
Mandel NGAN / AFP

Joe Biden: Tiongkok Enggan Bantu Rusia Karena Utamakan Investasi

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:03 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengungkapkan Tiongkok harus selalu bersama negaranya dan Eropa untuk terus menjaga stabilitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya