Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Lebih dari 10 ribu penerbangan maskapai Southwest dibatalkan selama liburan Natal. Kekacauan oleh penumpukan penumpang pun terjadi di seluruh bandara di Amerika Serikat.
Maskapai yang berbasis di Dallas itu beralasan pembatalan karena cuaca buruk dan badai salju. Namun calon penumpang tidak dapat menerimanya karena maskapai lain masih beroperasi.
"Ini benar-benar kehancuran," kata Mike Sage, yang telah merencanakan untuk terbang kembali ke Florida pada Senin (26/12), setelah mengunjungi Connecticut untuk mengurus bisnis.
Southwest mengkambinghitamkan badai musim dingin yang brutal yang dimulai menjelang Natal. Bencana ini menewaskan 60 orang di semua negara bagian AS.
Maskapai lain, seperti American Airlines dan United Airlines kembali beroperasi setelah badai mereda pada Selasa (27/12). Namun Southwest membatalkan lebih dari 2.500 penerbangan, atau hampir dua pertiga dari keberangkatan yang direncanakan.
Menteri Transportasi AS Pete Buttigieg menyebutnya sebagai situasi yang tidak dapat diterima. "Tingkat pembatalan dan penundaan Southwest Airlines tidak dapat diterima dan secara dramatis lebih tinggi daripada maskapai AS lainnya," kata Departemen Perhubungan dalam sebuah pernyataan kepada AFP.
Dia mengharapkan maskapai itu untuk memberikan kompensasi kepada para pelancong atas kerugian. Selain itu ia mengancam akan mengambil tindakan terhadap Southwest jika tidak mematuhinya.
Presiden AS Joe Biden me-retweet pernyataan agensi, dan Senator Maria Cantwell, seorang Demokrat negara bagian Washington yang memimpin Komite Perdagangan Senat, berjanji untuk menindaklanjuti soal Southwest. Sementara setelah isu ini menguat saham Southwest terkoreksi 6,0% menjadi US$33,94. (AFP/OL-12)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved