Senin 21 November 2022, 08:42 WIB

Dana Kompensasi Tidak Cukup Hentikan Perubahan Iklim

Cahya Mulyana | Internasional
Dana Kompensasi Tidak Cukup Hentikan Perubahan Iklim

AFP
Ilustrasi kekeringan akibat perubahan iklim.

 

Untuk pertama kalinya, negara-negara di dunia dalam KTT COP27 PBB memutuskan untuk membantu membayar kerusakan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. Negara-negara kaya akan menjadi penanggung jawab sumbernya bagi negara-negara miskin.

Semua negara hanya terpaku pada materi, ganti-rugi dan kambing hitam perubahan iklim. Dunia gagal melihat dan mengatasi sumber utama bencana yang akan menyengsarakan seluruh penduduknya yaitu pemotongan emisi dan menghentikan penggunaan bahan bakar fosil.

KTT di Sharm El-Sheikh, Mesir, hanya dihabiskan untuk bergulat dalam perdebatan kompensasi. “Apa yang kita miliki di depan kita tidak cukup sebagai langkah maju bagi manusia dan planet ini,” kata Wakil Presiden Eksekutif Uni Eropa, Frans Timmermans.

Menurut dia dana kerusakan bencana tidak memiliki dampak bagi perbaikan iklim. Isu ini hanya sebatas pertarungan negara kaya dan miskin yang berlandaskan pada kecemburuan sosial.

"Itu tidak membawa upaya tambahan yang cukup dari penghasil emisi besar untuk meningkatkan dan mempercepat pengurangan emisi mereka. Kita semua gagal dalam tindakan untuk menghindari dan meminimalkan kerugian dan kerusakan,” papar Timmermans.

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock juga menyuarakan rasa frustrasinya. “Sangat membuat frustrasi melihat langkah-langkah mitigasi yang terlambat dan penghapusan energi fosil terhalang oleh sejumlah penghasil emisi besar dan produsen minyak,” katanya.

Prancis mengatakan pihaknya menyesali kurangnya ambisi dalam perjanjian tersebut. Tidak ada kemajuan yang dibuat dalam upaya tambahan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meninggalkan bahan bakar fosil.

KTT itu hanya mengikuti perjanjian lama yaitu membatasi pemanasan hingga 1,5 derajat Celcius (2,7 derajat Fahrenheit). Kepala iklim PBB Simon Stiell, yang berasal dari Grenada, menyerukan dunia untuk beralih dari bahan bakar fosil, termasuk minyak dan batu bara.

Pakar Diplomasi Iklim Alex Scott menilai KTT COP27 Ini adalah cerminan kekuatan negara-negara miskin yang bersatu. Negara-negara maju masih belum menepati janji 2009 untuk membelanjakan US$100 miliar per tahun untuk bantuan iklim bagi negara-negara miskin mengembangkan energi hijau dan beradaptasi dengan pemanasan di masa depan.

Sementara KTT COP27 diyakini hanya akan kembali ke dalam perdebatan lanjutan dari kesepakatan tahun ini. Misalnya mengenai rincian dana kerugian dan kerusakan yang baru, serta meninjau upaya dunia untuk memenuhi tujuan kesepakatan Paris. (Aljazeera/OL-12)

 

Baca Juga

AFP

Rusia Tolak Batas Harga Minyak $60 Per Barel dari Uni Eropa

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 04 Desember 2022, 11:20 WIB
PEMERINTAH Rusia menolak batas harga $60 untuk minyaknya yang ditetapkan oleh sekutu Barat Ukraina, Uni Eropa, dan...
Antara/M Risyal Hidayat

Pemberian Konsesi ke Vietnam dalam ZEE Rugikan Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 09:16 WIB
KORAL berharap, adanya keterbukaan dan pertimbangan matang dari pemerintah dalam memproses perundingan...
AFP/Jack Taylor.

Tips Liburan ke Thailand Low Budget, Pemula Merapat

👤Meilani Teniwut 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 16:20 WIB
Supaya liburan kamu tetap terasa aman dan nyaman, simak selengkapnya di bawah ini, ya! Happy...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya