Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin mengapresiasi upaya Presidensi G20 Indonesia untuk meningkatkan stabilitas global.
"Saya sangat mengapresiasi upaya Republik Indonesia selama presidensinya di G20," kata Dubes Vasyl Hamianin, setelah menghadiri Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD di Jakarta, Selasa (16/8).
Dubes Hamianin mengaku merasa senang bahwa Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraannya menyinggung upaya Indonesia untuk menjembatani dialog damai antara negaranya dan Rusia.
"Ini karena agresi Federasi Rusia terhadap Ukraina telah memengaruhi agenda global," katanya.
Ia mengatakan bahwa sebelum invasi Rusia ke Ukraina, ada banyak agenda telah dibuat oleh masyarakat global dalam upaya memulihkan perekonomian akibat pandemi covid-19.
Namun, ia menganggap invasi Rusia ke Ukraina telah merusak agenda global tersebut.
Oleh karena itu, katanya, dia sangat mengapresiasi upaya Indonesia, selama presidensinya di G20, untuk meningkatkan stabilitas, kemakmuran, dan pembangunan global.
Hamianin memperingatkan bahwa ketahanan pangan, energi, dan logistik tidak akan tercapai selama perang belum berakhir.
Oleh karena itu, perjuangan yang perlu terus diupayakan, jelas Vasyl, adalah melawan serangan kolonial terhadap demokrasi. (OL-8)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian desak Rusia dukung hak sah Iran di tingkat internasional pasca-serangan AS dan Israel. Simak detail diplomasi Teheran dan pembelaan hukumnya di PBB
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan akan mempertimbangkan penghentian pasokan energi Rusia ke Eropa dan mengalihkannya ke pasar Asia.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Rosatom mengatakan telah mengevakuasi hampir 100 orang dari Iran.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved