Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UKRAINA menuduh Rusia melakukan serangan roket yang menewaskan 14 warga sipil di daerah dekat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia. Negara-negara kaya dalam G7 memperingatkan kendali Rusia atas fasilitas itu membahayakan kawasan.
"Serangan semalam di wilayah Dnipropetrovsk di Ukraina tengah menewaskan 13 orang dan melukai 11 lainnya, dengan lima dilaporkan dalam kondisi serius," tulis Gubernur Dnipropetrovsk, Valentin Reznichenko di Telegram, Rabu (10/8).
Sebagian besar korban berada di kota Marganets, kata dia, tepat di seberang Sungai Dnipro dari PLTN Zaporizhzhia. "Itu adalah malam yang mengerikan," kata Reznichenko.
Ia pun mendesak warga untuk berlindung ketika mereka mendengar sirene serangan udara. "Saya meminta dan memohon kepada Anda, jangan biarkan Rusia membunuh Anda," tulisnya.
Gubernur Zaporizhzhia, Oleksandr Starukh mengatakan seorang wanita lain tewas setelah rudal Rusia menghantam sebuah desa di wilayah Zaporizhzhia pada Rabu (10/8), pagi.
Kepala dewan regional Mykola Lukashuk mengatakan serangan itu telah menghantam saluran listrik lokal, menyebabkan ribuan orang kehilangan listrik. Namun pihak militer Ukraina dan Rusia saling menuduh atas penembakan di sekitar PLTN yang memiliki enam reaktor itu.
Ukraina mengatakan Rusia telah menempatkan ratusan tentara dan menyimpan amunisi di fasilitas itu sejak mengambil alihnya pada 4 Maret.
Ketegangan ini menghidupkan kembali bencana nuklir Chernobyl 1986 di Ukraina pada era Soviet yang menewaskan ratusan orang dan menyebarkan kontaminasi radioaktif ke sebagian besar Eropa.
G7 mengutuk pendudukan Rusia dan meminta Moskow untuk segera mengembalikan kendali penuh atas pabrik tersebut. Staf Ukraina yang mengoperasikan pabrik harus dapat bekerja tanpa ancaman atau tekanan dan kendali Rusia atas pabrik itu membahayakan kawasan.
Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat Kamis untuk mengatasi krisis di PLTN tersebut. Pengawas keselamatan nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Direktur Jenderal Rafael Grossi akan memberi pengarahan singkat kepada pertemuan Dewan Keamanan.
Serangan itu terjadi sehari setelah ledakan besar di lapangan terbang Saki, pangkalan militer utama di semenanjung Krimea yang dicaplok Rusia. Moskow bersikeras bahwa ledakan itu disebabkan oleh amunisi yang meledak bukan karena tembakan Ukraina.
Penembakan
Pertempuran juga terjadi di Ukraina timur, di mana pasukan Rusia secara bertahap maju. Serangan di kota Bakhmut menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai tiga lainnya, kata gubernur regional Pavlo Kyrylenko di Telegram, menambahkan bahwa 12 bangunan tempat tinggal rusak.
Kota itu diselimuti asap hitam dan putih yang timbul dari artileri dan serangan udara. Beberapa dari penduduk kota itu tinggal di bawah tanah dan tempat perlindungan bom. "Sebagian besar telah pergi. Ini sangat menakutkan. Ada banyak penembakan," kata Svitlana Klymenko, 62 tahun.
"Saya hanya ingin pergi untuk menjadi tua dengan cara yang normal, mati dengan kematian yang normal, bukan terbunuh oleh rudal," pungkasnya. (AFP/OL-13)
Baca Juga: Republik Bela Trump yang Rumahnya Digeledah FBI
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan dukungan tenaga ahli untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Indonesia dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Moskow
Kita harus jujur mengakui, selama lima dekade perjalanan Indonesia dalam isu nuklir, selalu tersandung pada simpul yang sama: komitmen yang mudah diucapkan, tapi rapuh ketika diuji.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan telah bertemu dengan pihak dari Kanada dan Rusia membahas pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia.
Pemerintah harus mengirim tenaga ahli ke negara-negara maju yang telah mengoperasionalkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), sebagai subholding dari PT Pertamina menyatakan keinginan untuk mengembangkan PLTN di Indonesia.
Kehadiran lembaga ini ditujukan untuk mendukung percepatan transisi energi bersih dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Tanah Air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved