Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL harus mempertimbangkan untuk memasukkan dua kelompok ekstremis sayap kanan ke daftar terorisme. Kedua kelompok dituduh melakukan kekerasan terhadap warga Palestina dan menyerukan kematian orang-orang Arab.
"Saya yakin inilah saatnya untuk memeriksa kelompok-kelompok seperti La Familia dan Lehava sebagai kelompok teror. Saya tahu masalah ini sedang disampaikan kepada pasukan keamanan," kata Menteri Pertahanan Benny Gantz, Senin (30/5), selama pertemuan faksinya, Partai Biru dan Putih.
Ribuan orang Israel yang mengibarkan bendera pada Minggu (29/5) berbaris melalui Kota Tua Jerusalem selama prosesi nasionalis yang menandai penaklukan Israel atas Jerusalem timur pada 1967. Beberapa pengunjuk rasa meneriakkan, "Matilah orang Arab," saat sejumlah warga Palestina melemparkan proyektil dari atap.
Perdana Menteri Naftali Bennett memerintahkan polisi untuk menunjukkan toleransi nol terhadap ekstremis Yahudi yang berencana untuk menghasut ketegangan dengan menunjuk La Familia. Menteri Luar Negeri Yair Lapid menggambarkan Lehava dan La Familia sebagai aib yang tidak layak memegang bendera Israel.
La Familia ialah sekelompok penggemar klub sepak bola Jerusalem, Beitar. Mereka terkenal karena rasisme dan kekerasan anti-Arab mereka.
Baca juga: Perdagangan Bebas Israel-UEA Diteken, Pertama dalam Dunia Arab
Lehava ialah kelompok sayap kanan ekstremis yang berjuang melawan persaudaraan antara orang Yahudi dan non-Yahudi yang dapat mengarah pada perkawinan campur. Itu berafiliasi dengan ajaran mendiang Rabi Meir Kahana, kelompok Kachnya dilarang di Israel.
Untuk menetapkan organisasi sebagai kelompok teroris, salah satu organisasi keamanan Israel--badan keamanan internal Shin Bet, polisi, tentara, atau Mossad--harus mengeluarkan permintaan ke kementerian pertahanan dan menerima persetujuan dari jaksa agung. Setelah persetujuan menteri pertahanan, kelompok itu akan menerima penunjukan sementara tiga bulan. Selama itu, mereka dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut kepada kementerian serta panel peradilan khusus.
Jika tidak ada banding yang membatalkan keputusan tersebut, kelompok tersebut akan secara resmi dinyatakan sebagai organisasi teroris. Pejabat Israel dari waktu ke waktu sebelumnya mengangkat isu penunjukan La Familia dan Lehava sebagai kelompok teroris, tetapi tidak pernah melalui proses tersebut.
La Familia menepis gelombang kecaman dan perhatian terbaru sebagai upaya untuk menggalang dukungan politik. "Berkali-kali kelompok politik atau anggota Knesset mencoba menunggangi organisasi untuk mencoba mendapatkan suara dan menjatuhkan kelompok itu dengan insiden yang tidak pernah terjadi," tulis mereka di halaman Facebook resmi mereka.
"La Familia ialah organisasi sepak bola saja. Sebagai warga sipil biasa kami memiliki hak untuk berbaris di Jerusalem," kata mereka.
Baca juga: Pemerintah Israel Kecam Ekstremis Yahudi yang Lakukan Pawai
Ketua Lehava Benzi Gopstein mengecam Gantz yang menjamu Presiden Palestina Mahmud Abbas di rumahnya akhir tahun lalu, "Tetapi tidak melakukan apa pun terhadap orang-orang Arab yang menghasut hari demi hari di Temple Mount," situs paling suci dalam Yudaisme yang juga situs tersuci ketiga Islam, kompleks masjid Al-Aqsa di Jerusalem timur. "Kami telah melalui," kesulitan, kata Gopstein di saluran Telegramnya, dan, "Kami juga akan melewati Gantz." (AFP/OL-14)
Penembakan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terjadi di Pantai Bondi, Sydney, lokasi ikonik yang selama ini identik dengan wisata dan rekreasi.
Sebelum bertindak menghentikan penembakan di Pantai Bondi, Ahmed sempat berpikir bahwa keputusannya akan berujung pada kematian. Ia bahkan menyampaikan pesan terakhir kepada keluarganya.
Salah satu donatur terbesar datang dari miliarder Amerika Serikat Bill Ackman yang menyumbangkan dana sebesar AUS$99.999 atau sekitar Rp1,1 miliar kepada Ahmed Al Ahmed.
TOKOH-TOKOH Yahudi terkemuka di seluruh dunia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan para pemimpin dunia untuk menjatuhkan sanksi kepada Israel.
DEWAN Amerika-Islam mengecam pemberian Penghargaan Nobel Perdamaian tahun ini kepada pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado. Kenapa ya?
Polisi Serbia menuduh para tersangka menghasut kebencian di Prancis dan Jerman, dan menyebutkan keterlibatan dinas intelijen asing, kata pihak berwenang.
Kelompok ekstremis Israel, Temple Mount Faithful, baru-baru ini merilis sebuah video yang menggambarkan simulasi api yang membakar Masjid Al-Aqsa dan Kubah Batu.
WARGA Palestina menceritakan tentang pemerintahan brutal yang dikomandoi panglima perang gadungan di seluruh lembah Jabal Salman.
AMERIKA Serikat (AS) mengumumkan sanksi baru terhadap pemukim ekstremis di Tepi Barat yang didanai oleh pemerintah Israel.
AS menjatuhkan sanksi berupa penyitaan aset milik kelompok ekstremis Israel. Pasalnya, mereka memblokir dan merusak konvoi bantuan kemanusiaan ke Gaza
Seorang remaja berusia 16 tahun menyerang jemaat gereja Asiria di barat Sydney, yang segera ditahan oleh jemaat yang marah.
Serangan di sebuah gedung konser di Moskow yang diklaim oleh ekstremis Islam telah menewaskan 143 orang, menurut otoritas Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved