Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN terpilih Filipina Ferdinand Marcos Jr, pada Kamis, akan menegakkan keputusan internasional terhadap Beijing atas Laut China Selatan yang disengketakan. Dia bersikeras tidak akan membiarkan Tiongkok menginjak-injak hak maritim Manila.
Dalam komentarnya yang paling keras tentang sumber ketegangan yang sudah berlangsung lama antara kedua negara itu, Marcos tidak akan membiarkan satu milimeter pun hak pesisir maritim mereka diinjak-injak.
"Kami memiliki keputusan yang sangat penting untuk kepentingan kami dan kami akan menggunakannya untuk terus menegaskan hak teritorial kami. Ini bukan klaim. Ini sudah menjadi hak teritorial kami," kata Marcos kepada media lokal terpilih.
"Kami berbicara tentang Tiongkok. Kami berbicara dengan Tiongkok secara konsisten dengan suara yang tegas," ujarnya.
"Kita tidak bisa berperang dengan mereka. Itu hal terakhir yang kita butuhkan saat ini," tambahnya.
Baca juga: Filipina Tolak Pindahkan Kapal BRP Sierra Madre dari Atol di Laut China Selatan
Untuk diketahui, Tiongkok mengklaim hampir semua jalur air yang kaya sumber daya, dengan persaingan klaim dari Filipina, Brunei, Malaysia, Taiwan dan Vietnam.
Beijing telah mengabaikan putusan 2016 oleh Pengadilan Arbitrase Permanen yang berbasis di Den Haag yang menyatakan klaim historisnya tidak berdasar.
Sementara itu, Presiden Rodrigo Duterte yang akan lengser mengesampingkan putusan itu dengan imbalan janji-janji perdagangan dan investasi, yang menurut para kritikus belum terwujud.
Marcos, yang dikenal sebagai Bongbong, memperoleh lebih dari setengah suara dalam pilpres pada 9 Mei untuk memenangkan kursi kepresidenan dengan selisih yang lebar.
Marcos Jr secara resmi menjabat pada 30 Juni. Marcos mengindikasikan akan berusaha untuk mencapai keseimbangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat, yang bersaing untuk memiliki hubungan terdekat dengan pemerintahannya.
"Kami adalah pemain kecil di antara raksasa yang sangat besar dalam geopolitik. Kami harus menempuh jalan kami sendiri," ungkap Marcos.
"Saya tidak menganut pemikiran lama Perang Dingin di mana kami memiliki lingkup pengaruh di mana Anda berada di bawah Uni Soviet atau Anda berada di bawah Amerika Serikat," tukasnya.
"Saya pikir kita harus menemukan kebijakan luar negeri yang independen di mana kita berteman dengan semua orang. Ini satu-satunya cara".(AFP/OL-5)
GANJAR Pranowo melontarkan gagasan Kesepakatan Sementara untuk menyelesaikan konflik Laut China Selatan. Hal itu disinggung Ganjar pada Debat Capres-Cawapres Ketiga
"Yang berikutnya bagaimana patroli bisa kita perkuat juga di wilayah Laut China Selatan," kata Ganjar.
Tiongkok pada Kamis (4/1) mengecam tindakan provokatif yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, Filipina di Laut Cina Selatan
Penetapan landas kontinen merupakan tugas yang perlu segera dilaksanakan oleh pemangku kepentingan. Mulai dari ilmuwan kelautan, peneliti bidang maritim, serta pemerintah.
JEPANG dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menyepakati perluasan hubungan di bidang keamanan dan ekonomi di tengah meningkatnya pengaruh Tiongkok.
Beijing menuduh AS secara sengaja telah mengacaukan LCS dan melanggar kedaulatan Beijing.
Presiden Prabowo terima Menteri Keamanan Tiongkok Chen Yi Xin di Istana Negara. Bahas penguatan kerja sama keamanan dan intelijen BIN-MSS demi stabilitas kawasan.
Ilmuwan Tiongkok menemukan waktu paling aman bagi manusia untuk beraktivitas di Bulan. Dengan suhu ekstrem dan radiasi tinggi, pemilihan waktu jadi kunci bertahan hidup.
Masa pensiun ISS mendekat pada 2030, namun stasiun ruang angkasa komersial penggantinya belum siap. AS hadapi risiko keamanan nasional dan persaingan ketat dengan Tiongkok.
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Komandan Shenzhou 21, Zhang Lu, baru saja mengukir sejarah sebagai astronaut Tiongkok dengan aktivitas luar kendaraan (EVA) terbanyak. Simak detail misinya!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved