Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MOSKOW mempertimbangkan melakukan pertukaran pasukan antara pasukan Ukraina, batalion Azov, dengan Viktor Medvedchuk, pengusaha kaya Ukraina, yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Hal itu dikatakan negosiator Rusia, Sabtu (21/5).
"Kami tengah mempelajari kemungkinan itu," ujar Leonid Slutsky, anggota senior tim negosiasi Rusia, berbicara dari kota Donetsk, tenggara Ukraina.
Medvedchuk, 67, adalah seorang politisi dan salah satu orang terkaya di Ukraina. Dia terkenal memiliki hubungan dekat dengan Putin.
Baca juga: Legenda Tinju Ukraina Desak IOC Larang Atlet Rusia Ikut Olimpiade
Dia berhasil melarikan diri dari tahanan rumah setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina, Februari lalu namun tertangkap lagi pada pertengahan April.
Pada Jumat (20/5), pasukan Rusia mengumumkan bahwa pasukan Ukraina terakhir yang bertahan di Kota Mariupol, tenggara Ukraina telah menyerah setelah sebelumnya mereka bertahan di pabrik baja Azovstal selama beberapa pekan.
Di antara pasukan Ukraina yang menyerah adalah anggota rezimen Azov, mantan unit paramiliter yang telah melebur ke angkatan bersenjata Ukraina.
Rusia menyebut unit tersebut, yang sebelumnya terkait dengan kelompok sayap kanan, sebagai organisasi neo-Nazi.
Pada 26 Mei, Mahkamah Agung Rusia dijadwalkan menutuskan apakah akan menetapkan rezimen Azov senagai organisasi teroris, yang akan membuat rumit rencana pertukaran tahanan itu. (AFP/OL-1)
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Pada 2021, pihak berwenang Ukraina mengenakan kasus pengkhianatan terhadap Medvedchuk namun dia menyangkal telah melakukan kesalahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved