Senin 18 April 2022, 07:17 WIB

Ultimatum Berakhir, Ukraina Janji akan Terus Berjuang di Mariupol

Nur Aivanni | Internasional
Ultimatum Berakhir, Ukraina Janji akan Terus Berjuang di Mariupol

AFP/Alexander NEMENOV
Pasukan Rusia saat berada di Kota Mariupol, Ukraina.

 

UKRAINA, Minggu (17/4), bersumpah berjuang sampai akhir di Mariupol setelah ultimatum Rusia berakhir bagi pasukan yang tersisa untuk menyerah di kota pelabuhan Laut Hitam itu.

"Kota ini masih belum jatuh," kata Perdana Menteri Denys Shmyhal, beberapa jam setelah tenggat waktu Moskow berlalu bagi para pejuang yang bersembunyi dan terkepung di pabrik baja untuk menyerah.

"Masih ada pasukan militer kami, tentara kami. Jadi mereka akan berjuang sampai akhir," katanya kepada This Week ABC.

Baca juga: Jokowi Harus Tegas Soal Sikap Indonesia di KTT G20

Moskow telah mengalihkan fokus militernya untuk menguasai wilayah Donbas timur dan membentuk koridor darat ke Krimea yang sudah dicaplok.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan ada hingga 400 tentara bayaran di dalam pabrik baja Azovstal tersebut. Pasukan Ukraina yang berada di dalam diminta untuk meletakkan senjata dan menyerah demi menyelamatkan hidup mereka.

Moskow mengklaim Kyiv telah memerintahkan pejuang dari batalion nasionalis Azov untuk "menembak di tempat" siapa pun yang ingin menyerah.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan jika pasukan Rusia membunuh pasukan tersisa yang mempertahankan kota itu, itu akan mengakhiri pembicaraan damai. 

Sementara, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengatakan pembicaraan tersebut menemui jalan buntu.

Shmyhal mengatakan Ukraina menginginkan solusi diplomatik tetapi akan berjuang sampai akhir jika perlu. "Kami tidak akan menyerah," ucapnya.

Sementara beberapa kota besar dikepung, katanya, tidak ada - kecuali Kherson di selatan - yang jatuh, dan lebih dari 900 kota telah dibebaskan.

Saat Rusia meningkatkan serangan di sisi timur Ukraina, sedikitnya lima orang tewas dan 20 orang terluka dalam serangkaian serangan di kota kedua Kharkiv, hanya 21 kilometer (13 mil) dari perbatasan Rusia.

Pasukan Rusia terus menembaki wilayah Lugansk timur dan dua orang tewas di Kota Zolote, menurut gubernur Sergiy Gaiday kepada media Ukraina.

Selain itu, dua orang tewas dan empat orang terluka dalam serangan di Kota Marinka dan Novopol, sebelah barat Donetsk, menurut gubernur regional Pavlo Kyrylenko di Telegram. Selain itu, serangan udara menghantam sebuah pabrik persenjataan di ibu kota Kyiv.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk mendesak pasukan Rusia untuk membiarkan orang-orang melarikan diri dari Mariupol.

"Sekali lagi, kami menuntut dibukanya koridor kemanusiaan untuk evakuasi warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak, dari Mariupol," tulis Vereshchuk. (AFP/OL-1)

Baca Juga

MOHAMMED ABED / AFP

Indonesia Kutuk Kekejaman Israel di Gaza

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 08 Agustus 2022, 11:38 WIB
Indonesia mengutuk keras serangan yang dilakukan Israel di Gaza, Palestina. Serangan ini telah menewaskan 42 warga Gaza dan 300 lainnya...
AFP.

Iran Minta Saudi Bebaskan Warganya yang Ditangkap saat Haji

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 20:00 WIB
Iran pada Jumat (5/8) meminta Arab Saudi membebaskan salah satu warga negaranya yang ditangkap selama...
AFP/Manuel Balce Ceneta.

Ketua Uni Afrika Kutuk Serangan Israel di Gaza

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 19:25 WIB
Ketua Komisi Uni Afrika pada Minggu (7/8) mengutuk serangan-serangan udara Israel di Jalur Gaza ketika kekerasan meningkat di wilayah yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya