Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA hanya akan menggunakan senjata nuklir dalam konteks konflik Ukraina jika menghadapi ancaman eksistensial. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada CNN International, Selasa waktu setempat.
"Kami memiliki konsep keamanan dalam negeri, dan ini bersifat publik. Anda dapat membaca semua alasan penggunaan senjata nuklir," kata Peskov. "Jadi jika itu ancaman eksistensial bagi negara kita, maka itu bisa digunakan sesuai dengan konsep kita," ucapnya.
Pernyataan Peskov itu muncul ketika pewawancara Christiane Amanpour mendorongnya, apakah dia yakin bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan menggunakan opsi nuklir dalam konteks Ukraina.
Beberapa hari setelah pasukan Rusia menginvasi Ukraina, Putin mengumumkan pada 28 Februari bahwa dia telah menempatkan pasukan nuklir negara itu dalam siaga tinggi. Langkah tersebut pun memicu kekhawatiran global.
Saat ditanya tentang pernyataan Peskov, dan sikap nuklir Rusia secara lebih luas, Juru Bicara Pentagon John Kirby menyebut retorika Moskow tentang potensi penggunaan senjata nuklir berbahaya.
"Itu bukan cara yang harus dilakukan oleh kekuatan nuklir yang bertanggung jawab," katanya kepada wartawan.
Rusia memiliki persediaan hulu ledak nuklir terbesar di dunia. Usai pengumuman Putin pada Februari tersebut, para pejabat pertahanan negara-negara Barat mengatakan bahwa mereka tidak melihat tanda-tanda signifikan dari mobilisasi kekuatan nuklir Rusia.
Saat ditanya lebih lanjut tentang serangan Rusia di Ukraina, Peskov mengatakan pihaknya tidak berniat menduduki tetangganya itu dan menegaskan negaranya tidak menyerang warga sipil. Tujuan utama dari operasi tersebut, katanya, adalah untuk menyingkirkan potensi militer Ukraina.
"Inilah mengapa militer kita hanya menargetkan sasaran militer dan objek militer di wilayah Ukraina. Bukan sipil," katanya.
Bukti foto dan video yang tersebar luas mendukung tuduhan kelompok hak asasi manusia bahwa pasukan Rusia telah menyerang banyak sasaran sipil di negara bekas Soviet itu. (AFP/OL-13)
Baca Juga: Sebanyak 78 pesawat Rusia Disita oleh Sejumlah Negara
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved