Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
INGGRIS menjanjikan tambahan £160 juta atau sekitar Rp3,1 triliun untuk meningkatkan pengembangan vaksin global, dengan tujuan untuk dapat menghasilkan suntikan global dalam 100 hari dari pandemi di masa depan.
Dana itu akan melebihi £276 juta yang telah diberikan Inggris kepada Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), sebuah kemitraan global yang diluncurkan pada 2017 untuk mengembangkan vaksin guna menghentikan wabah di masa depan.
Baca juga: Prancis Minta Warganya Segera Tinggalkan Ukraina
"Pandemi ini adalah tantangan global dan telah menunjukkan cara terbaik untuk memetakan jalan kembali ke kebebasan adalah dengan berdiri berdampingan dengan mitra internasional kami," kata Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid pada Kamis (24/2).
"Janji £160 juta kami akan mendukung pekerjaan vital CEPI untuk memangkas pengembangan vaksin menjadi 100 hari dan melindungi kita semua dari ancaman kesehatan di masa depan,” imbuhnya.
Pengumuman itu muncul menjelang KTT Kesiapsiagaan Pandemi Global di London pada 7 dan 8 Maret, yang akan dihadiri oleh politisi global terkemuka, kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Anthony Fauci, kepala penasihat medis untuk Presiden AS Joe Biden.
Acara ini bertujuan untuk mengumpulkan dana untuk tujuan CEPI untuk mengembangkan vaksin "varian-bukti" yang akan bekerja melawan beberapa jenis covid-19 di masa depan.
Negara-negara Barat telah menghadapi kritik atas kurangnya ketersediaan vaksin di negara-negara miskin dan berkembang selama pandemi virus korona, dengan mantan perdana menteri Gordon Brown menuduh para pemimpin menimbulkan kegagalan moral yang tak termaafkan. (Aiw/Straitstimes/OL-6)
KABAR bohong atau hoaks mengenai pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown) di Kent, Inggris, mulai Mei 2026 akibat wabah meningitis, beredar luas di media sosial.
Wabah meningitis MenB di Inggris terkait klaster kampus. Kenali gejala awal, cara penularan, dan langkah pencegahannya.
UKHSA melaporkan 29 kasus penyakit meningokokus di Kent, Inggris, dengan dua korban jiwa. Otoritas kesehatan terus lakukan vaksinasi dan pemberian antibiotik.
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved