Minggu 13 Februari 2022, 11:40 WIB

Badai dan Lagu Barry Manilow Gagal Bubarkan Pendemo di Selandia Baru

Nur Aivanni | Internasional
Badai dan Lagu Barry Manilow Gagal Bubarkan Pendemo di Selandia Baru

Marty MELVILLE / AFP
Kendaraan yang dipasang bendera dan melekat tulisan saat unjuk rasa menentang pembatasan sosial Covid-19 di Wellington, Selandia Baru.

 

TOPAN Dovi menyebabkan pemadaman listrik, tanah longsor dan evakuasi di seluruh Selandia Baru pada Minggu (13/2), tetapi baik badai maupun musik Barry Manilow tidak dapat mengusir pengunjuk rasa anti-vaksin covid-19 yang berkemah di luar parlemen.

Sebaliknya, ratusan pengunjuk rasa -- yang terinspirasi oleh "Konvoi Kebebasan" para pengemudi truk di Kanada -- menari di lumpur mengikuti irama yang dimaksudkan untuk memaksa mereka bubar.

Wakil Perdana Menteri Selandia Baru Grant Robertson mengatakan kepada televisi setempat bahwa ada unsur menyedihkan dalam aksi protes tersebut.

"Setiap warga Selandia Baru memiliki hak untuk melakukan aksi protes damai, masalahnya adalah mereka telah melampaui itu," katanya.

"Saya menemukan retorika aksi protes ini sangat mengganggu. Ada unsur yang menyedihkan, ada unsur teori konspirasi yang membuat orang tersedot," ucapnya.

Baca juga: Kapal Perang Rusia Kejar Kapal Selam AS di Dekat Kepulauan Kuril

Seperti pengemudi truk Kanada di Ottawa, pengunjuk rasa Selandia Baru keberatan dengan pembatasan ketat covid-19 yang diberlakukan di negara itu dan menuntut diakhirinya kewajiban vaksin.

Tekad mereka mengeras setelah polisi bergerak pada Kamis (10/2) dan menangkap 122 orang dalam upaya untuk mengakhiri aksi mereka.

Sejak itu polisi menghentikn untuk melakukan penangkapan, dan pihak berwenang telah berusaha untuk membasahi pemukiman darurat itu dengan menyalakan alat penyiram air.

Itu hanya membuat halaman rumput yang terawat di depan gedung parlemen berubah menjadi rawa berlumpur bahkan sebelum Topan Dovi melanda.

Inspektur Scott Fraser mengatakan polisi terus menjajaki opsi untuk menyelesaikan gangguan tersebut.

Sementara itu, Ketua Parlemen Trevor Mallard memiliki musik Barry Manilow, lagu pop 1990-an Macarena, dan pesan-pesan pemerintah tentang covid-19 yang ditujukan kepada para pengunjuk rasa.

Tetapi para pengunjuk rasa menenggelamkan musik pemerintah dengan favorit mereka sendiri, termasuk "We're Not Gonna Take It" dari band heavy metal Twisted Sister.

Sementara itu, ketika angin berkecepatan hingga 130 kilometer per jam (80 mph) menerjang Wellington dan bagian lain dari Selandia Baru, polisi mendesak orang-orang untuk menghindari semua perjalanan yang tidak penting, dengan banyak jalan terhalang oleh tanah longsor atau banjir.

Beberapa rumah di utara Wellington juga telah dievakuasi karena tanah longsor.

Listrik padam di banyak daerah di seluruh negeri, dan dinas pemadam kebakaran menanggapi beberapa insiden pohon tumbang di rumah dan kabel listrik, serta atap terangkat dan rumah kebanjiran. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/Alexey DRUZHININ / SPUTNIK

Kepastian Kehadiran Vladimir Putin di KTT G20 Bukti Indonesia Dihormati dan Diperhitungkan

👤Adiyanto 🕔Selasa 28 Juni 2022, 17:09 WIB
Kehadiran Putin juga menunjukkan bahwa Rusia masih memandang Indonesia sebagai sahabat lama yang dihormati dan...
ANTARA FOTO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev/Handout

Kunjungi Ukraina dan Rusia, Indonesia Buka Jalan Rekonsiliasi

👤Andhika prasetyo 🕔Selasa 28 Juni 2022, 17:08 WIB
Indonesia tengah memainkan peran sebagai 'true friend' yang tidak segan menegur sahabat demi suatu kebaikan yang lebih...
AFP/Bo Amstrup / Ritzau Scanpix

Ratu Margrethe II Resmikan Museum Pengungsi di Denmark

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 28 Juni 2022, 13:45 WIB
Museum bernama Flugt itu menghadirkan kisah para pengungsi dimulai dengan orang Jerman yang melarikan diri dari Uni Soviet selama Perang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya