Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Dunia menyetujui US$90 juta dalam pembiayaan tambahan untuk Iran. Dana ini untuk membantu Iran memerangi pandemi covid-19.
Dewan direktur pemberi pinjaman pembangunan yang berbasis di Washington menyetujui bantuan itu pada 21 Desember. "Ini akan digunakan hanya untuk pengadaan tambahan, peralatan medis penting yang menyelamatkan nyawa untuk memperkuat respons pandemi Iran," kata juru bicara Bank Dunia, Jumat (7/1).
"Pendanaan ini tidak akan masuk ke anggaran Iran. Semua hasil pinjaman serta pengadaan dan pencairan dikelola oleh Organisasi Kesehatan Dunia," kata juru bicara itu.
Bank Dunia pada Mei 2020 telah memberi Teheran senilai US$50 juta melalui Proyek Tanggap Darurat Covid-19 Iran, yang menurut juru bicara itu, dilakukan secara luar biasa karena pandemi. Juru bicara itu menyebut Iran merupakan pusat infeksi covid-19 di kawasan itu dan mengatakan memadamkan virus di sana akan menguntungkan tetangganya, terutama karena varian omikron mengancam munculnya gelombang kasus baru.
Baca juga: Iran Bayar Kompensasi kepada Keluarga terkait Jatuhnya Pesawat Ukraina
"Dukungan Bank Dunia untuk respons covid-19 Iran akan membantu mengurangi krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di negara itu serta membatasi penyebaran penyakit di luar perbatasannya," kata juru bicara itu. Iran telah menderita hampir 132.000 kematian akibat covid-19 dan lebih dari 6,2 juta kasus, menurut data dari Universitas Johns Hopkins.
Juru bicara Bank Dunia mencatat bahwa distribusi dan pemasangan peralatan akan dilakukan di fasilitas kesehatan yang disetujui oleh Bank Dunia dan akan tunduk pada pemantauan dan verifikasi independen. (AFP/OL-14)
Harga komoditas global diproyeksikan turun ke level terendah dalam enam tahun pada 2026.
Langkah ini tidak hanya mendekatkan pengolahan sampah ke sumbernya, namun juga berkontribusi dalam mengurangi beban TPA dan mendukung ekonomi sirkular.
Pemerintah memastikan tidak akan mengadopsi data kemiskinan yang dirilis Bank Dunia.
AWAL April 2025, Bank Dunia melalui Macro Poverty Outlook menyebutkan pada tahun 2024 lebih dari 60,3% penduduk Indonesia atau setara dengan 171,8 juta jiwa hidup di bawah garis kemiskinan.
Di balik status Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah ke atas, Bank Dunia mengungkapkan fakta mencengangkan: 60,3% dari total populasi Indonesia hidup dalam garis kemiskinan
Indonesia diproyeksikan hanya memiliki pertumbuan ekonomi rata-rata 4,8% hingga 2027. Adapun, rinciannya adalah 4,7% pada 2025, 4,8% pada 2026, dan 5% pada 2027.
Bantuan disalurkan untuk masyarakat terdampak bencana tanah bergerak di Desa Kajen dan Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
GERAKAN Pemuda Ansor (GP Ansor) menyalurkan sejumlah paket bantuan seperti selimut, sandal jepit, kebutuhan alat mandi hingga obat-obatan pada korban bencana longsor di Pemalang.
Menyikapi kondisi tersebut, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menyalurkan bantuan logistik sebagai bentuk kepedulian.
Total nilai bantuan sebesar Rp295.499.850 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved