Kamis 23 Desember 2021, 15:23 WIB

Regulator Kesehatan AS Izinkan Penggunaan Pil Covid-19 Pfizer

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Regulator Kesehatan AS Izinkan Penggunaan Pil Covid-19 Pfizer

Handout / Pfizer / AFP
Pil Covid-19 buatan Pfizer yang bernama Paxlovid telah disetujui FDA untuk diberikan kepada pasien Covid-19.

 

BADAN Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) mengesahkan pil Covid-19 Pfizer untuk orang berisiko tinggi berusia 12 tahun ke atas.

Langkah ini akan memungkinkan jutaan orang mengakses pengobatan untuk mengatasi infeksi varius korona.

"Otorisasi hari ini memperkenalkan pengobatan pertama untuk Covid-19 dalam bentuk pil yang diminum secara oral, sebuah langkah maju yang besar dalam memerangi pandemi global ini," kata ilmuwan FDA Patrizia Cavazzoni pada Rabu (22/12).

Perawatan Pfizer yang disebut Paxlovid tersebut adalah kombinasi dari dua pil yang diminum selama lima hari yang ditunjukkan dalam uji klinis terhadap 2.200 orang agar aman dan mengurangi risiko rawat inap dan kematian di antara orang-orang yang berisiko hingga 88%.

FDA tidak mengumpulkan panel ahli independen yang biasa untuk meninjau data mendalam seputar pil Pfizer sebelum otorisasi.

Namun penggunaan pil Covid-19 buatan Pfizer sebelumnya telah disahkan di Uni Eropa.

Antisipasi varian Omicron

Otorisasi penggunaan pil Covid-19 Paxlovid datang saat kasus Covid-19 melonjak di seluruh AS terlebih munculnya varian Omicron yang penularannya cepat hingga saat ini.

Varian Omicron yang sangat bermutasi mampu menembus kekebalan dari orang pernah terinfeksi Covid-19 sebelumnya.

Otoritas kesehatan AS mendesak masyarakat untuk dikuatkan dengan vaksin mRNA untuk mendorong tingkat perlindungan yang lebih tinggi.

Tidak seperti vaksin, pil Covid-19 tidak menargetkan protein lonjakan virus korona yang terus berkembang, yang digunakannya untuk menyerang sel.

Secara teori seharusnya lebih banyak bukti varian, dan Pfizer mengatakan studi pendahuluan telah mendukung hipotesis itu.

Otorisasi masih menunggu pil Covid-19 lainnya, yang dikembangkan oleh Merck.

Pil Covid-19 buatan perusahaan farmasi Merck juga diminum selama lima hari dan telah terbukti mengurangi hasil yang sama hingga 30% di antara orang-orang yang berisiko tinggi.

Pakar independen memilih mendukung pengobatan itu dengan selisih yang tipis.Namun masih muncul keprihatinan seputar keamanannya, seperti potensi bahaya pada janin dan kemungkinan kerusakan DNA.

Kedua perawatan ini bekerja dengan cara yang berbeda di dalam tubuh, dan pil Pfizer tidak dianggap membawa tingkat kekhawatiran yang sama.

Perawatan Merck telah mendapat lampu hijau dari Inggris dan Denmark. (Aiw/France24/OL-09)

Baca Juga

dok.mi

Presiden AAYG Dukung Pemerintah RI Wujudkan Perdamaian Dunia

👤mediandonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 14:45 WIB
Presiden Asian African Youth Government (AAYG), Respiratori Saddam Al Jihad mendukung pemerintah RI untuk terlibat aktif mewujudkan...
dok.AFP

Ukraina Klaim Sukses Buat Rusia Kelabakan di Krimea

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 11:21 WIB
Ukraina telah menyatakan kesuksesan atas sejumlah serangan di Krimea yang membuat Rusia panik. Kyiv akan melanjutkannya sampai kekuatan...
AFP/MOHAMMED ABED

Israel Akhirnya Akui Membunuh 5 Anak Palestina yang Sedang Bermain

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 10:52 WIB
Saat terjadinya serangan, militer Israel sempat mengklaim kelima anak itu tewas akibat terkena roket milik Jihad...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya