Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Separatis Kurdi Tewaskan Enam Tentara

Ths/I-3
14/5/2016 03:10
Separatis Kurdi Tewaskan Enam Tentara
(AFP/ILYAS AKENGIN)

TURKI terus menggelar operasi dengan target kelompok separatis Kurdi yang dituduh telah melakukan serangan bom di wilayah Turki.

Dalam operasi militer dengan target kelompok Partai Pekerja Kurdi (PKK), enam tentara Turki tewas dan delapan lainnya terluka.

Insiden baku tembak antara pasukan Turki dan kelompok militan PKK terjadi di dekat sebuah pangkalan militer, Distrik Cukurca, Provinsi Hakkari, kemarin.

Tak hanya itu, sebuah helikopter tipe kobra yang dikirim ke tempat kejadian jatuh karena masalah teknis.

Dua pilot militer Turki dilaporkan tewas.

Menyusul kejadian itu, pesawat tempur Turki F-16, helikopter, dan pesawat lainnya langsung dikirim ke lokasi kejadian untuk menggempur kelompok pemberontak Kurdi yang dicap pemerintah Turki dengan sebutan kelompok teroris.

Ditambahkan pula, sampai sejauh ini, enam anggota kelompok militan PKK telah ditembak mati.

Sementara itu, menurut keterangan militer Turki, dalam operasi terpisah di wilayah Provinsi Sirnak, 15 anggota PKK dinyatakan tewas.

Berdasarkan informasi pada Kamis (5/5) malam, empat milisi PKK yang diketahui telah memuat bahan peledak ke sebuah truk curian dinyatakan tewas setelah ledakan besar yang terjadi di daerah dekat Diyarbakir.

"Diduga, bahan peledak terlalu cepat diledakkan," kata sumber dari Kementerian Dalam Negeri Turki.

Insiden itu terjadi beberapa jam setelah ledakan dari sebuah bom mobil yang melukai delapan orang termasuk tentara Turki.

Namun, sejauh ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden bom mobil tersebut.

Kejadian lainnya berlangsung pada Selasa (3/5) lalu.

Tiga orang tewas dan 42 lainnya luka-luka dalam sebuah serangan bom mobil yang diklaim dilakukan kelompok PKK.

Aksi bom mobil itu menghantam sebuah kendaraan polisi di Diyarbakir.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berulang kali menuduh Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) tidak melakukan cukup aksi untuk menghentikan kegiatan kelompok Kurdi.

Erdogan berjanji akan terus memberantas gerakan PKK yang kerap melakukan serangan bom dengan target polisi dan tentara Turki.

Sejumlah aparat keamaman dilaporkan tewas akibat aksi balas dendam kelompok separatis Kurdi.

"Tidak ada bentrokan dan penyergapan yang akan mencegah kami dari menjaga persatuan Turki," ucap Erdogan.

Sejauh ini, lebih dari 40 ribu orang tewas sejak PKK mengangkat senjata pada 1984.

PKK sebagai kelompok minoritas menuntut kemerdekaan dan menginginkan terpisah dari kedaulatan Turki.

Sejak itu, kelompok Kurdi terus berjuang untuk kembali menuntut hak budaya dan otonomi mereka.(AFP/Ths/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya