Senin 06 Desember 2021, 17:03 WIB

AS dan Tiongkok Terus Dominasi Indo-Pasifik

Nur Aivanni  | Internasional
AS dan Tiongkok Terus Dominasi Indo-Pasifik

Dok MI
Direktur Kekuatan dan Diplomasi Asia Lowy Inatitute, Herve Lemahieu (kanan).

 

KEKUATAN Amerika Serikat di Asia telah tumbuh di bawah Presiden AS Joe Biden, sementara pandemi covid-19 telah meredam kebangkitan Tiongkok secara regional, menurut indeks tahunan oleh lembaga pemikir urusan luar negeri Lowy Institute.

Asia Power Index mempertimbangkan berbagai ukuran, termasuk kemampuan ekonomi dan militer, hubungan ekonomi dan jaringan pertahanan, serta pengaruh diplomatik dan budaya.

Baca juga: Pengadilan Myanmar akan Jatuhkan Vonis Pertama dalam Persidangan Suu Kyi, Hari Ini

Pada tahun 2021, AS tetap menjadi negara paling kuat di kawasan Asia-Pasifik, dengan Tiongkok berada di posisi kedua, setelah pengaruh yang terus meningkat pada Indeks dalam beberapa tahun terakhir.

"Pandemi telah benar-benar mempengaruhi sebagian besar negara dalam hal kemampuan mereka untuk membentuk dan merespons lingkungan eksternal mereka, tetapi Amerika Serikat sebenarnya telah memperoleh kekuatan komprehensifnya untuk pertama kalinya sejak 2018," Direktur Penelitian Lowy Institute, Hervé Lemahieu, kepada ABC.

Alyssa Leng, seorang peneliti dan ekonom Lowy yang ikut menulis Indeks tersebut, mengatakan sebagian besar dari pergeseran ke atas di AS sebagai kekuatan yang berasal dari pemerintahan Biden yang mengambil alih.

Pengaruh Tiongkok menurun untuk pertama kalinya sejak Indeks dimulai pada 2018. Tantangan ekonomi termasuk populasi yang menua, kata Lemahieu, telah memperlambat pertumbuhan kemampuannya untuk mengerahkan kekuatan di Asia.

"Itu akan terus tumbuh secara ekonomi, tetapi pertanyaannya adalah, pada kecepatan apa pertumbuhan itu akan berlanjut? Tiongkok tidak akan pernah menjadi dominan seperti Amerika Serikat dulu, tetapi kami benar-benar siap menghadapi semacam abad bi-polar di Indo-Pasifik ... lebih bergantung pada keinginan Amerika Serikat dan Tiongkok," katanya.

Namun demikian, menurut laporan tersebut, pengeluaran militer Tiongkok sekarang 50% lebih besar dari India, Jepang, Taiwan, dan 10 anggota ASEAN digabungkan.

Tiongkok, kata Leng, pada dasarnya tetap jauh di depan semua orang di kawasan itu dalam hal kekuatan secara keseluruhan.

Australia berada di posisi keenam dalam Asia Power Index 2021, di belakang Jepang, India, dan Rusia. Meskipun perselisihan diplomatik yang berkepanjangan dengan Tiongkok, mitra dagang terbesarnya, Australia telah meningkatkan ketahanannya pada tahun 2021, menurut analisis Lowy.

Sementara itu, Indonesia naik tipis ke 10 besar Indeks untuk pertama kalinya meskipun terpukul keras oleh pandemi di dalam negeri, yang mengungguli Singapura sebagai "pemain paling berpengaruh secara diplomatis" di Asia Tenggara.

Anehnya, kata Lemahieu, negara dengan populasi dan ukuran ekonomi Indonesia belum pernah masuk ke sepuluh besar sebelumnya. "Banyak negara berkembang seperti Indonesia yang lebih melihat ke dalam dan menghadapi masalah dengan kemampuan mereka untuk memproyeksikan kekuatan dan kepemimpinan di panggung dunia," katanya.

Laporan itu mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah mengukuhkan posisinya sebagai negarawan terkemuka di panggung regional. Namun demikian, dicatat, Indonesia, seperti semua tetangganya di Asia Tenggara, tidak memiliki kekuatan militer yang diperlukan untuk menghadapi Tiongkok. (ABC/Nur/OL-6)

Baca Juga

AFP/Ahmad Gharabli.

Rilis, Hasil Autopsi Lansia Palestina yang Meninggal setelah Ditahan Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:01 WIB
Omar Assad, 78, ditemukan tidak responsif pada dini hari 12 Januari lalu, beberapa menit setelah tentara Israel meninggalkannya di halaman...
AFP/Jack Guez.

Film Israel Tampilkan Dugaan Pembantaian Warga Palestina pada 1948

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:42 WIB
Tantura merupakan desa pesisir Mediterania di barat laut dari tempat yang sekarang disebut Israel. Tempat itu menjadi saksi pertempuran...
JENS SCHLUETER / AFP

Jerman Catat Rekor Kasus Harian Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:22 WIB
Pada awal pandemi virus korona, Jerman lebih berhasil dari pada banyak negara Eropa lainnya dalam mencegah penyberan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya