Minggu 14 November 2021, 19:30 WIB

68 Orang Tewas dalam Kerusuhan Penjara di Ekuador

Nur Aivanni  | Internasional
68 Orang Tewas dalam Kerusuhan Penjara di Ekuador

AFP/Nicola Gabirrete
Polisi mengevakuasi jenazah seorang narapidana dari atap penjara Guayas 1 di Ekuador.

 

NARAPIDANA dari geng-geng saingan di Ekuador saling bertarung dengan senjata, bahan peledak dan pisau dalam pertumpahan darah yang menewaskan sedikitnya 68 orang di penjara yang sama di mana kerusuhan pada September merenggut 119 nyawa.

Pada Sabtu malam, pihak berwenang mengatakan bahwa mereka telah menguasai kembali penjara di Guayaquil untuk kedua kalinya dalam beberapa hari setelah juru bicara Presiden Guillermo Lasso mengatakan pertempuran kembali pecah pada hari sebelumnya antara narapidana dari geng saingan yang terkait dengan jaringan perdagangan narkoba.

Baca juga: Mantan Putri Jepang Mako Pindah ke New York Bersama Suaminya

Dalam kerusuhan awal yang dimulai pada Jumat malam, para tahanan bertempur dengan kejam, menurut Pablo Arosemena, Gubernur Provinsi Guayas tempat penjara itu berada.

Kerusuhan dimulai sekitar pukul 19.00 pada Jumat ketika para tahanan mencoba memasuki Blok 2 penjara tempat saingan mereka ditahan, dengan melepaskan tembakan, meledakkan bahan peledak dan mengayunkan parang, dan mendorong polisi untuk masuk.

Setidaknya 68 tahanan tewas dan 25 lainnya terluka, menurut pernyataan yang diunggah Kantor Kejaksaan Ekuador di Twitter.

Dalam pertempuran kedua pada Sabtu, kata juru bicara kepresidenan Carlos Jijon, narapidana dari dua blok lainnya saling menyerang.

Dia mengonfirmasi beberapa saat kemudian bahwa polisi telah menerobos ke bagian dalam penjara dan bahwa situasinya terkendali.

Para pejabat mengatakan kekerasan dimulai ketika salah satu geng di dalam penjara, Tiguerones, dibiarkan tanpa pemimpinnya karena dia dibebaskan setelah menjalani sebagian dari hukumannya karena mencuri suku cadang mobil.

Kelompok-kelompok lain, yang merasakan kelemahan di Tiguerones dengan perginya pria itu, kata Arosemena, melanjutkan serangan untuk mencoba menghancurkan geng itu. Dia mengatakan tujuan mereka adalah masuk dan melakukan pembantaian total.

Pada Sabtu dini hari, petugas polisi dengan perlengkapan anti huru hara terlihat memanjat dinding penjara yang berlumuran darah, sementara tubuh seorang narapidana dengan jumpsuit penjara warna oranye tergeletak di atap penjara yang dikelilingi oleh kawat berduri. (AFP/Nur/OL-6)

Baca Juga

AFP/ATTA KENARE

Qatar Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Nuklir Iran-AS

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:50 WIB
Para menlu diundang untuk menyelesaikan kesepakatan setelah perundingan tak langsung berjalan selama 11 bulan antara Teheran dan...
ANTARA FOTO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev/Handout

Presiden Dorong G7 Investasi di Sektor Energi Bersih di Indonesia

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:10 WIB
Menurut kepala negara, potensi Indonesia sebagai kontributor energi bersih, baik di dalam perut bumi, di darat, maupun di laut, sangat...
AFP/Mazen Mahdi.

Israel, Negara-Negara Arab Perdalam Kerja Sama Jelang Kunjungan Biden

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 20:42 WIB
Emir Qatar mengunjungi Kairo untuk pertama kali sejak kedua negara memulihkan hubungan menyusul keretakan yang dipimpin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya