Selasa 26 Oktober 2021, 20:54 WIB

PBB Seru Israel Cabut Cap Teroris kepada Kelompok Sipil Palestina

Mediaindonesia.com | Internasional
PBB Seru Israel Cabut Cap Teroris kepada Kelompok Sipil Palestina

AFP/Fabrice Coffrini.
Michelle Bachelet.

 

PENUNJUKAN Israel atas enam kelompok masyarakat sipil Palestina terkemuka sebagai organisasi teroris yang dilarang merupakan serangan yang tidak dapat dibenarkan. Ini dikatakan Kepala Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet, Selasa (26/10).

Negara Yahudi itu mengatakan langkahnya pekan lalu karena dugaan pendanaan mereka terhadap Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP). Ia menuduh enam orang bekerja secara diam-diam dengan kelompok militan kiri, yang memelopori pembajakan pesawat pada 1970-an untuk mengangkat perjuangan Palestina dan dimasukkan daftar hitam oleh beberapa pemerintah Barat, itu.

Michelle Bachelet mengatakan keputusan itu merupakan serangan terhadap pembela hak asasi manusia, kebebasan berserikat, berpendapat, berekspresi, dan hak partisipasi publik. Dia menyerukan agar langkah itu segera dicabut.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan undang-undang antiterorisme tidak boleh diterapkan pada hak asasi manusia dan kegiatan bantuan kemanusiaan yang sah. "Organisasi menghadapi konsekuensi yang luas sebagai akibat dari keputusan sewenang-wenang ini, seperti orang-orang yang mendanai dan bekerja dengan mereka," kata Bachelet.

"Pekerjaan penting yang mereka lakukan untuk ribuan warga Palestina berisiko dihentikan atau dibatasi secara ketat," tambahnya. Dia mengatakan keputusan itu akan memiliki efek mengerikan kepada pembela hak asasi manusia.

Baca juga: Presiden Palestina Bela LSM yang Disebut Teroris oleh Israel

“Mengklaim hak di hadapan PBB atau badan internasional lain bukanlah tindakan terorisme, mengadvokasi hak-hak perempuan di wilayah Palestina yang diduduki bukanlah terorisme, dan memberikan bantuan hukum kepada warga Palestina yang ditahan bukanlah terorisme,” kata Bachelet. Dia menambahkan bahwa tidak ada bukti yang diajukan untuk mendukung tuduhan terhadap enam kelompok juga tidak ada proses publik yang dilakukan untuk menetapkan tuduhan tersebut. (AFP/OL-14)

Baca Juga

William WEST / AFP

Australia Setujui Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 5-11 tahun

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 05 Desember 2021, 13:25 WIB
Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan regulator medis telah memberikan persetujuan sementara untuk vaksin Pfizer-BioNTech yang akan...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Indonesia Tak Perlu Tanggapi Tiongkok untuk Setop Pengeboran di Natuna Utara

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 05 Desember 2021, 13:14 WIB
Tiongkok melakukan protes terhadap pemerintah Indonesia dan meminta agar pengeboran minyak dan gas di rig lepas pantai di Natuna Utara...
AFP/Frederick FLORIN

Prancis Catat Lebih dari 50.000 Kasus Covid-19 dalam Satu Hari

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 05 Desember 2021, 10:37 WIB
Sekitar 694 orang telah dirawat di rumah sakit dalam 24 jam terakhir, termasuk 119 orang yang sakit...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya