Minggu 24 Oktober 2021, 09:25 WIB

Junta Myanmar Tegaskan tidak Ada Negosiasi dengan Pembangkang

Nur Aivanni | Internasional
Junta Myanmar Tegaskan tidak Ada Negosiasi dengan Pembangkang

AFP
Pasukan Pembela Rakyat, yang antijunta Myanmar, berbaris di dekat perbatasan dengan Thailand.

 

JUNTA Myanmar, Sabtu (23/10), mengatakan tidak akan terlibat dalam pembicaraan dengan pembangkang kudeta, termasuk anggota pemerintahan Aung San Suu Kyi yang digulingkan, setelah seorang loyalis mengatakan dialog diperlukan untuk menyelamatkan negara.

Negara di Asia Tenggara itu berada dalam kekacauan sejak kudeta, Februari lalu. Lebih dari 1.100 orang tewas dalam tindakan keras terhadap perbedaan pendapat, menurut kelompok pemantau lokal.

Pada Jumat (22/10), seorang juru bicara Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP), yang bersekutu dengan militer, meminta pemimpin junta Min Aung Hlaing untuk membuka dialog dengan lawan kudeta untuk menemukan jalan keluar dari krisis.

Baca juga: Vietnam Siap Buka Kembali Pulau Phu Quoc Bagi Para Pelancong Asing

Namun, Sabtu (23/10) malam, junta mengatakan tidak dapat menerima dialog dan negosiasi dengan kelompok-kelompok bersenjata teroris, termasuk pemerintahan bayangan anggota parlemen dari pemerintahan Suu Kyi.

Partai Liga Nasional untuk Demokrasi pimpinan Suu Kyi mengalahkan USDP dalam pemilu tahun lalu. Namun, militer menuduh hasil tersebut karena ada kecurangan.

Hampir sembilan bulan setelah merebut kekuasaan dan tidak mampu memadamkan oposisi terhadap kekuasaan mereka, para jenderal berada di bawah tekanan internasional yang meningkat untuk terlibat dialog dengan lawan-lawan mereka.

Pada Jumat (22/10), PBB mengatakan pihaknya mengkhawatirkan bencana hak asasi manusia yang lebih besar di tengah laporan ribuan tentara berkumpul di utara dan barat negara itu, di mana tentara telah bentrok secara teratur dengan "pasukan pertahanan diri" lokal.

Pejuang lokal di negara bagian Chin bagian barat berjuang menghentikan 60 kendaraan militer agar tidak maju lebih jauh ke daerah pegunungan yang terpencil, menurut seorang anggota milisi lokal kepada AFP, Sabtu (23/10).

Para pembangkang, katanya, juga meledakkan sebuah jembatan untuk mencegah militer memasuki kota Thantlang. 

Dia menambahkan jet tempur tentara telah terbang beberapa kali di atas pangkalan kelompok itu. Namun, AFP tidak dapat memverifikasi laporan dari daerah terpencil itu. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP

Sekjen PBB Kecam Larangan Perjalanan Karena Varian Omicron

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 02 Desember 2021, 11:15 WIB
SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres, mengecam larangan perjalanan yang menargetkan negara dan wilayah tertentu yang diberlakukan atas...
AFP/Spencer Platt/Getty Images

AS Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 02 Desember 2021, 10:40 WIB
Orang tersebut kembali dari Afrika Selatan pada 22 November dan kontak dekatnya semuanya dinyatakan...
AFP

Erdogan Ganti Menkeu di Tengah Gejolak Ekonomi Turki

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 02 Desember 2021, 10:15 WIB
PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan mengganti menteri keuangan(menkeu) kabinetnya, setelah berminggu-minggu terjadi gejolak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya