Minggu 10 Oktober 2021, 14:26 WIB

Australia Tinjau Regulasi Baru Soal Fitnah di Medsos

Australia Tinjau Regulasi Baru Soal Fitnah di Medsos

Antara
Ilustrasi

 

PEMERINTAH Australia mempertimbangkan sejumlah tindakan yang akan membuat pengelola media sosial lebih bertanggung jawab atas konten pencemaran nama baik yang diunggah ke platform mereka. Demikian disampaikan Menteri Komunikasi Paul Fletcher, Minggu (10/10)

"Kami mengharapkan sikap yang lebih tegas dari platform. Sudah sangat lama mereka bebas dari tanggung jawab atas konten yang disiarkan di situs mereka," kata Fletcher dalam wawancara dengan ABC, lembaga penyiaran milik pemerintah.

Debat tentang hukum fitnah dan pencemaran nama baik di negara itu semakin panas setelah Perdana Menteri Scott Morrison pada Kamis (7/10) menyebut media sosial sebagai "istana pengecut".

Dia mengatakan platform media sosial seharusnya diperlakukan sebagai penerbit ketika komentar-komentar anonim yang mencemarkan nama baik dipublikasikan. Fletcher mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan opsi tersebut dan cakupan tanggung jawab platform seperti Twitter dan Facebook ketika materi fitnah disiarkan di situs mereka.

Saat ditanya apakah pemerintah akan mempertimbangkan undang-undang yang akan mendenda platform media sosial karena memuat materi yang memfitnah, Fletcher mengatakan pemerintah sedang mengkaji seluruh aspek dari tindakan yang akan diambil.

"Kami akan melihat hal itu. Kami akan menjalani proses secara sistematis dan hati-hati. Dengan berbagai cara, kami mendalami gagasan tentang konten mana yang bisa disiarkan tanpa melanggar hukum," tandasnya.

Mahkamah Agung Australia bulan lalu memutuskan bahwa penerbit dapat dimintai tanggung jawab atas komentar publik di forum daring, sebuah putusan yang membenturkan Facebook dan media massa satu sama lain.

Putusan itu juga membunyikan alarm bagi semua sektor yang berinteraksi dengan publik lewat media sosial, dan mendorong perlunya revisi atas hukum pencemaran nama baik di Australia. (OL-8)

Baca Juga

Ilustrasi

Pesawat Nirawak Israel Disebut Mampu Membawa 1 Ton Bom

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Februari 2023, 22:55 WIB
Pesawat nirawak (drone) Israel mampu membawa bom gravitasi seberat 1 ton dan tidak menimbulkan suara atau asap ketika...
Antara

AS Ingin Bantu ASEAN Atasi Krisis di Myanmar

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Februari 2023, 22:33 WIB
Amerika Serikat berharap dapat bekerja sama dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk mengatasi krisis politik di...
AFP/Bertha Wang

Hong Kong Tawarkan 500 Ribu Tiket Pesawat Gratis

👤Media Indonesia 🕔Kamis 02 Februari 2023, 17:32 WIB
Otoritas Hong Kong pada Kamis menawarkan 500 ribu tiket penerbangan gratis lewat promosi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya