Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPAL selam bertenaga nuklir Amerika, USS Connecticut, yang rusak akibat tabrakan dengan sebuah objek di Laut China Selatan tiba pada Jumat (8/10) di Guam dengan 11 orang terluka di dalamnya.
Angkatan Laut AS mengungkapkan pada Kamis (8/10) bahwa kapal selam serang cepat kelas Seawolf itu, telah menabrak sebuah objek saat menyelam pada 2 Oktober di perairan internasional di kawasan Indo-Pasifik.
Pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim, menolak memberikan lokasi pasti di mana insiden itu terjadi, tetapi mengatakan peristiwa tersebut terjadi di Laut China Selatan. Sebelas pelaut terluka, dua di antaranya mengalami luka sedang.
Pejabat itu menolak untuk mengungkapkan kedalaman di mana tabrakan itu terjadi, dengan alasan keamanan operasional. Penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.
Angkatan Laut AS secara teratur melakukan operasi di Laut China Selatan untuk menantang klaim teritorial yang disengketakan Tiongkok di pulau-pulau kecil, terumbu karang dan singkapan.
Beijing mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, yang sebagiannya juga diklaim oleh empat negara Asia Tenggara serta Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian mengatakan pada Jumat (8/10) bahwa Beijing sangat prihatin tentang tabrakan itu dan menuduh Amerika Serikat sengaja menyembunyikan sifat insiden tersebut.
“Washington harus memberikan klarifikasi terperinci dari peristiwa tersebut, termasuk informasi tentang apa yang bertabrakan dengan kapal selam itu, apakah itu menyebabkan kebocoran nuklir dan apakah itu merusak lingkungan laut setempat,” kata Zhao.
Juru bicara itu menuduh Amerika Serikat telah lama mengganggu perdamaian di Laut China Selatan di bawah panji kebebasan navigasi.
Sementara itu, Angkatan Laut AS mengatakan bahwa dua kelompok penyerang yang dipimpin oleh kapal induk USS Ronald Reagan dan USS Carl Vinson telah melakukan operasi bersama dengan negara-negara lain di Laut Filipina pada 3 Oktober.
Kapal perang AS bergabung dengan JS Ise, sebuah helikopter perusak kelas Hyuga Jepang, dan HMS Queen Elizabeth dari Inggris, terang Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan.
“Operasi di laut terintegrasi menyatukan lebih dari 15.000 pelaut di enam negara dan menunjukkan kemampuan Angkatan Laut AS untuk bekerja sama dengan jaringan aliansi dan kemitraan yang tak tertandingi dalam mendukung Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” katanya. (Aiw/Straitstimes/OL-09)
Masa pensiun ISS mendekat pada 2030, namun stasiun ruang angkasa komersial penggantinya belum siap. AS hadapi risiko keamanan nasional dan persaingan ketat dengan Tiongkok.
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Komandan Shenzhou 21, Zhang Lu, baru saja mengukir sejarah sebagai astronaut Tiongkok dengan aktivitas luar kendaraan (EVA) terbanyak. Simak detail misinya!
Kuba hadapi krisis energi terburuk akibat blokade minyak AS. Tiongkok gerak cepat pasok teknologi solar sebagai tandingan dominasi geopolitik Donald Trump.
Angkatan Laut AS memensiunkan kapal penyapu ranjau di tengah ancaman Iran di Selat Hormuz. Simak perbandingan kekuatan maritim AS vs Tiongkok di sini.
Kapal selam otonom ini secara fisik berukuran mini tanpa awak manusia, digerakkan motor penggerak listrik dengan sistem navigasi sementara ini memakai sinyal internet.
Sjafrie menjelaskan, uji tembak itu akan dilakukan di kawasan laut Surabaya yang berada di bawah wilayah Komando Armada (Koarmada) II.
Bangkai kapal selam USS F-1 yang tenggelam pada 1917 ditemukan di kedalaman 396 meter di Samudra Pasifik.
Trump sebelumnya menyampaikan telah memerintahkan pengerahan dua kapal selam bertenaga nuklir sebagai tanggapan atas komentar Medvedev.
PT Hariff Dipa Persada, perusahaan teknologi pertahanan swasta nasional menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Naval Group,
Penandatanganan Letter of Intent ini merupakan bukti kepercayaan yang mendalam atas kemitraan jangka panjang yang telah terjalin antara Naval Group, PT PAL, dan TNI Angkatan Laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved