Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengharapkan negosiasi mengenai kesepakatan nuklir Iran akan segera dimulai kembali di Austria.
"Kami sekarang menyelesaikan konsultasi mengenai masalah ini dan akan segera memulihkan negosiasi kami di Wina," katanya kepada wartawan setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskow pada Rabu (6/10).
Kesepakatan nuklir pada 2015 memberi Iran keringanan sanksi sebagai imbalan atas kontrol ketat pada program nuklirnya. Pada 2018, Presiden AS saat itu Donald Trump menarik diri dari perjanjian multilateral dan mulai menerapkan kembali sanksi.
Teheran secara bertahap membatalkan komitmen nuklirnya sejak 2019. Presiden AS Joe Biden membalikkan keputusan Trump menarik Amerika Serikat dari negosiasi internasional untuk mengekang ambisi nuklir Iran. Namun pembicaraan di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu menemui jalan buntu sejak Juni, ketika Presiden baru Iran yang ultrakonservatif Ebrahim Raisi terpilih.
Baca juga: Iran Desak PBB Kutuk Serangan Teroris Israel ke Situs Nuklirnya
Lavrov mengatakan pada Rabu bahwa negosiasi harus dilanjutkan sesegera mungkin dan meminta Amerika Serikat untuk kembali ke kewajibannya berdasarkan perjanjian tersebut. Menteri luar negeri Rusia mengatakan bahwa komunitas internasional sedang menunggu Amerika Serikat untuk kembali ke kewajiban hukum dari kesepakatan nuklir dan mengakhiri pembatasan ilegal terhadap Iran dan semua mitra dagangnya. (AFP/OL-14)
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
TIONGKOK menolak usulan Presiden Donald Trump untuk perundingan pengendalian senjata nuklir sebagai tidak masuk akal. Apa alasannya?
PERLOMBAAN nuklir baru dimulai. Kini AS harus bersiap menghadapi dua pesaing sekaligus di saat kehilangan keunggulan industri dan ekonominya.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved