Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara, pada Minggu (3/10), mengatakan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menerapkan standar ganda atas kegiatan militer di antara negara-negara anggota PBB, kata media pemerintah KCNA, di tengah kritik internasional atas uji coba rudal baru-baru ini.
Dewan bertemu secara tertutup pada Jumat atas permintaan dari Amerika Serikat dan negara-negara lain mengenai peluncuran rudal Korea Utara.
Pertemuan itu terjadi sehari setelah Pyongyang menembakkan rudal anti-pesawat yang baru dikembangkan, yang terbaru dalam serangkaian uji coba senjata baru-baru ini termasuk peluncuran rudal hipersonik yang sebelumnya tidak terlihat, rudal balistik dan rudal jelajah dengan potensi kemampuan nuklir.
Baca juga : Pesawat Tiongkok Terbang di Atas Zona Pertahanan Taiwan
Direktur Departemen Organisasi Internasional Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Jo Chol Su, mengatakan pertemuan DK PBB tersebut berarti ketidaktahuan secara terbuka dan melanggar batas kedaulatannya dan provokasi serius yang tidak dapat ditoleransi.
Jo menuduh Dewan berstandar ganda ketika mereka tetap diam tentang latihan militer gabungan AS dan uji senjata dengan sekutu, sambil mempermasalahkan aktivitas "pertahanan diri" Korea Utara.
"Ini adalah penyangkalan ketidakberpihakan, objektivitas dan keseimbangan, jalur kehidupan kegiatan PBB, dan manifestasi nyata dari standar kesepakatan ganda," kata Jo dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh kantor berita resmi KCNA. (Straits Times/OL-2)
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
AS mengumumkan sanksi terhadap 32 individu dan entitas di Iran, Uni Emirat Arab, Turki, Tiongkok, Hong Kong, India, Jerman, dan Ukraina, disebut terkait perogram senjata Iran.
KOREA Utara dilaporkan menyembunyikan rudal balistik antarbenua Intercontinental Ballistic Missile (ICBM) terbaru di sebuah pangkalan militer rahasia dekat perbatasan dengan Tiongkok.
Pada 6 Januari, Korea Utara sukses melakukan uji tembak rudal balistik hipersonik jarak menengah tipe baru. Kim Jong Un mengawasi uji tembak tersebut melalui sistem pemantauan.
Korea Utara meluncurkan rudal balistik jarak menengah menuju laut timurnya, saat Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengunjungi Seoul.
Moskow menembakkan rudal baru Oreshnik atau Pohon Hazel ke fasilitas militer Ukraina sebagai tanggapan atas serangan Kyiv terhadap Rusia dengan rudal buatan AS dan Inggris.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved