Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TALIBAN memiliki tanggung jawab untuk memberikan pemerintahan inklusif yang stabil di Afghanistan. Ini disampaikan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan al Saud pada kunjungan pertamanya ke India.
"Mereka harus memenuhi komitmen yang telah mereka buat kepada masyarakat internasional dan tidak membiarkan kelompok teror transnasional berakar," tambahnya.
Berbicara kepada Times of India (TOI) setelah mengadakan diskusi dengan Menlu India S Jaishankar pada Minggu (19/9), Pangeran Faisal mengatakan, "Taliban sekarang bertanggung jawab di Kabul. Mereka memiliki tanggung jawab terhadap rakyat Afghanistan untuk memberikan stabilitas, pemerintahan yang dapat memberikan keamanan yang diperlukan bagi rakyat Afghanistan, juga struktur ekonomi, sosial, dan lainnya yang diperlukan. Dan satu-satunya cara yang dapat dicapai, saya percaya, yaitu melalui inklusivitas dan melalui melibatkan semua sektor masyarakat mereka."
Di luar itu, lanjutnya, mereka telah membuat komitmen kepada masyarakat internasional dalam hal keamanan dan dalam hal tidak membiarkan kelompok teroris transnasional berakar. Dan, tentu saja, kita perlu menemukan cara untuk membuat mereka bertanggung jawab atas komitmen tersebut. Dan itu akan mengambil pendekatan terkoordinasi di antara komunitas internasional.
Ini merupakan pernyataan pertama yang jelas dari posisi Saudi tentang pengambilalihan Taliban di Afghanistan. Saudi mengambil posisi yang sangat berbeda dari posisi mereka selama pemerintahan pertama oleh Taliban pada 1990-an.
Perubahan posisi Arab Saudi yang terlihat terjadi ketika Taliban 2.0 telah menunjukkan hubungan yang lebih dekat dengan Qatar, Turki, dan Iran. Maklum, ketiga negara tersebut menjadi saingan geopolitik Arab Saudi di wilayah tersebut. Sangat mencolok bahwa Taliban telah mengundang Turki, Qatar, Iran, Pakistan, Rusia, dan Tiongkok ke pelantikan mereka, tetapi mengabaikan Arab Saudi dan UEA, pendukung utama mereka pada 1990-an.
Jaishankar men-tweet setelah pertemuannya dengan Pangeran Faisal, "Pertemuan yang ramah dan produktif dengan FM Saudi HH @Faisalbinfarhan. Membahas kerja sama kita dalam pilar politik, keamanan, dan sosial budaya dari kemitraan strategis kita. Pertukaran pandangan yang sangat berguna tentang Afghanistan, Teluk, dan Indo-Pasifik."
Kedua pemimpin bertukar pandangan tentang perkembangan di Afghanistan dan masalah regional lain. Mereka juga membahas kerja sama bilateral dalam forum multilateral seperti PBB, G-20, dan GCC.
Berbicara kepada TOI, Pangeran Faisal mengatakan, "Hubungan antara kerajaan dan India sangat penting bagi kami, prioritas utama." Kunjungannya dimaksudkan untuk memastikan momentum dalam hubungan terus berjalan. Arab Saudi dan India, katanya, secara luas selaras dalam hubungan bilateral, tetapi bahkan dalam pandangan keduanya terhadap urusan regional dan internasional.
"Kedalaman dan luasnya hubungan telah berkembang secara eksponensial selama empat tahun terakhir. Ini didorong sebagian besar oleh perhatian yang diberikan oleh kepemimpinan Perdana Menteri Modi dan Raja dan Putra Mahkota secara politik, tentu saja, juga dalam keamanan. lapangan, kontraterorisme, area kontraekstremisme menjadi tempat kami bekerja sama secara erat."
Ditanya tentang Iran dan potensi dimulainya kembali negosiasi nuklir, Pangeran Faisal mengatakan sangat penting untuk keamanan regional bahwa pihaknya menemukan jalan untuk memastikan program nuklir Iran hanya dapat digunakan untuk tujuan sipil. Dalam hal itu, pihaknya berpikir bahwa kembali ke JCPOA saja tidak cukup.
Baca juga: Pemimpin Taliban Cari Bantuan Asing untuk Pengungsi Afghanistan
"Kita perlu kembali ke kesepakatan yang lebih kuat dan lebih lama. Kami berharap Iran akan melihat bahwa jalan menuju kawasan yang stabil dan hubungan yang kuat dengan tetangganya yakni dengan meyakinkan kami bahwa program nuklir tidak menimbulkan ancaman." (MSN/OL-14)
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Hubungan Pakistan dan Afghanistan mencapai titik terendah. Islamabad meluncurkan serangan udara ke Kabul dan Kandahar sebagai balasan atas agresi Taliban.
MILITER Pakistan mengeklaim menewaskan sedikitnya 70 militan dalam serangan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan pada Minggu (22/2) pagi.
PAKISTAN kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan dengan dalih memburu militan.
SERANGAN udara Pakistan ke wilayah Afghanistan kembali memicu ketegangan di perbatasan. Islamabad menyebut operasi itu menyasar kamp militan
Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Kabul menuduh warga sipil tewas dan terluka, sementara Islamabad mengklaim operasi menargetkan TTP dan ISKP.
Terdapat laporan mengenai korban jiwa di berbagai sektor di banyak daerah tersebut, termasuk warga sipil. Sejauh ini, dua puluh sekolah telah terkena dampaknya.
Trump mengatakan Washington akan memutuskan hubungan perdagangan dengan Spanyol karena penolakan negara itu untuk mengizinkan pangkalan militernya digunakan.
Menlu Sugiono sampaikan belasungkawa resmi Presiden Prabowo atas wafatnya Ali Khamenei kepada Dubes Iran.
Korban tewas serangan gabungan AS-Israel di Iran menembus 1.045 jiwa. TV pemerintah konfirmasi Ali Khamenei gugur. Simak kronologi dan dampak eskalasi terbaru di sini.
Iran menunda upacara perpisahan Ayatollah Ali Khamenei akibat kendala logistik dan ancaman keamanan. Israel ancam bunuh siapapun calon penerus Khamenei.
MANTAN Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan memperhitungkan posisi Indonesia dalam keanggotaan Board of Peace atau BOP
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved