Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Intelijen Nasional Avril Haines mengungkapkan ancaman terbesar bagi Amerika Serikat terkait teroris internasional datang dari negara-negara seperti Yaman, Somalia, Suriah dan Irak, dengan Afghanistan jauh di bawah daftar prioritas setelah kehadiran pasukan Amerika selama dua dekade berakhir.
Haines menuturkan, meskipun pejabat intelijen AS mengamati dengan cermat apakah kelompok teroris muncul kembali di Afghanistan, negara itu tidak lagi menjadi perhatian utama dalam hal menyembunyikan teroris yang dapat melakukan serangan di dalam Amerika.
"Kami tidak memprioritaskan Afghanistan di daftar teratas," kata Haines dalam konferensi keamanan di kota Washington, Senin (13/9).
"Apa yang kami lihat adalah Yaman dan Somalia, Suriah dan Irak. Di situlah kami melihat ancaman terbesar,” imbuhnya.
Haines menjelaskan fokus besar untuk badan intelijen AS adalah memantau kemungkinan rekonstruksi kelompok teroris di Afghanistan. Dia mengakui pengumpulan intelijen di dalam negeri telah berkurang sejak penarikan Amerika.
Beberapa jam setelah Haines berbicara, Menteri Luar Negeri Antony Blinken memulai kesaksian kepada Komite Urusan Luar Negeri DPR tentang penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan.
Baca juga: Retno: RI Harap Afghanistan tidak Jadi Sarang Teroris
Memicu banyak kritik terhadap keputusan pemerintahan Biden adalah kenyataan bahwa sekitar 100 orang Amerika dan ribuan sekutu Afghanistan dari pasukan AS dan asing tetap tertinggal di Afghanistan.
"Afghanistan sangat memilukan dan sangat pribadi bagi komunitas intelijen," ujar Haines.
"Koleksi intelijen kami berkurang dan itu adalah sesuatu yang harus kami persiapkan dan kami telah mempersiapkannya, sejujurnya, cukup lama,” tambahnya.
Haines juga menyoroti ancaman dari teroris domestik di konferensi tersebut, yang diselenggarakan oleh Intelijen dan Aliansi Keamanan Nasional dan kelompok nirlaba AFCEA.
"Ini adalah ancaman yang berkembang dan mengkhawatirkan," tuturnya.
Dia mengatakan peran utama badan intelijen dalam terorisme domestik adalah mendukung FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri.
Secara lebih luas, dia mengatakan prioritas utama untuk badan-badan intelijen termasuk melawan Tiongkok, berinvestasi dalam teknologi baru dan yang sedang berkembang, mengembangkan keahlian dalam tren destabilisasi jangka panjang seperti perubahan iklim dan kesehatan masyarakat, dan membangun kemitraan dengan sektor swasta.
Haines juga ditanya apa yang dilakukan badan intelijen untuk memerangi disinformasi. Dia mengatakan kantornya telah diarahkan oleh Kongres untuk mendirikan pusat pengaruh jahat asing.
"Anda tidak bisa pergi setelah semua disinformasi di mana-mana," imbuhnya.
"Anda harus mencari tahu apa yang paling penting dan bagaimana kita benar-benar mengelolanya,” pungkasnya.(Straitstimes/OL-5)
Suriah kerahkan ribuan tentara dan roket ke perbatasan Libanon demi cegah penyelundupan senjata serta infiltrasi milisi di tengah eskalasi konflik Israel-Hizbullah.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
K PBB cabut sanksi terhadap eks kelompok HTS. Langkah ini memperkuat legitimasi transisi politik Presiden Ahmed al-Sharaa pascajatuhnya rezim Assad di Suriah.
Pemerintahan Trump bersiap menarik seluruh pasukan AS dari Suriah dalam beberapa bulan ke depan. Fokus militer kini bergeser ke arah ketegangan yang memuncak dengan Iran.
Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan besar ke target ISIS di Suriah sebagai balasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS.
AS serang target ISIS di Suriah sebagai pembalasan atas tewasnya 3 anggota militer. Menhan Pete Hegseth tegaskan komitmen Trump bela rakyat dan keamanan AS.
Setelah satu tahun ditahan tanpa dakwaan, peneliti bahasa AS Dennis Coyle akhirnya dibebaskan oleh Taliban.
Pakistan dan Afghanistan sepakat menghentikan sementara konflik maut demi menghormati Idul Fitri, menyusul serangan udara di Kabul yang menewaskan ratusan jiwa.
Tragedi berdarah terjadi saat Ramadan di Kabul. Serangan udara Pakistan mengenai RS Omid, menewaskan ratusan pasien yang sedang berbuka puasa dan salat.
Pakistan telah menyerang pusat rehabilitasi di ibu kota, sehingga mengakibatkan kematian dan luka-luka. Dia berjanji bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul hancur akibat serangan udara. Taliban tuduh Pakistan sebagai pelakunya, sementara ketegangan lintas batas meningkat.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved