Selasa 14 September 2021, 10:11 WIB

AS: Potensi Teror Terbesar dari Yaman dan Irak, bukan Afghanistan

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
AS: Potensi Teror Terbesar dari Yaman dan Irak, bukan Afghanistan

medcom.id/Mohammad Rizal
Ilustrasi teroris

 

DIREKTUR Intelijen Nasional Avril Haines mengungkapkan ancaman terbesar bagi Amerika Serikat terkait teroris internasional datang dari negara-negara seperti Yaman, Somalia, Suriah dan Irak, dengan Afghanistan jauh di bawah daftar prioritas setelah kehadiran pasukan Amerika selama dua dekade berakhir.

Haines menuturkan, meskipun pejabat intelijen AS mengamati dengan cermat apakah kelompok teroris muncul kembali di Afghanistan, negara itu tidak lagi menjadi perhatian utama dalam hal menyembunyikan teroris yang dapat melakukan serangan di dalam Amerika.

"Kami tidak memprioritaskan Afghanistan di daftar teratas," kata Haines dalam konferensi keamanan di kota Washington, Senin (13/9).

"Apa yang kami lihat adalah Yaman dan Somalia, Suriah dan Irak. Di situlah kami melihat ancaman terbesar,” imbuhnya.

Haines menjelaskan fokus besar untuk badan intelijen AS adalah memantau kemungkinan rekonstruksi kelompok teroris di Afghanistan. Dia mengakui pengumpulan intelijen di dalam negeri telah berkurang sejak penarikan Amerika.

Beberapa jam setelah Haines berbicara, Menteri Luar Negeri Antony Blinken memulai kesaksian kepada Komite Urusan Luar Negeri DPR tentang penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan.

Baca juga: Retno: RI Harap Afghanistan tidak Jadi Sarang Teroris

Memicu banyak kritik terhadap keputusan pemerintahan Biden adalah kenyataan bahwa sekitar 100 orang Amerika dan ribuan sekutu Afghanistan dari pasukan AS dan asing tetap tertinggal di Afghanistan.

"Afghanistan sangat memilukan dan sangat pribadi bagi komunitas intelijen," ujar Haines.

"Koleksi intelijen kami berkurang dan itu adalah sesuatu yang harus kami persiapkan dan kami telah mempersiapkannya, sejujurnya, cukup lama,” tambahnya.

Haines juga menyoroti ancaman dari teroris domestik di konferensi tersebut, yang diselenggarakan oleh Intelijen dan Aliansi Keamanan Nasional dan kelompok nirlaba AFCEA.

"Ini adalah ancaman yang berkembang dan mengkhawatirkan," tuturnya.

Dia mengatakan peran utama badan intelijen dalam terorisme domestik adalah mendukung FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Secara lebih luas, dia mengatakan prioritas utama untuk badan-badan intelijen termasuk melawan Tiongkok, berinvestasi dalam teknologi baru dan yang sedang berkembang, mengembangkan keahlian dalam tren destabilisasi jangka panjang seperti perubahan iklim dan kesehatan masyarakat, dan membangun kemitraan dengan sektor swasta.

Haines juga ditanya apa yang dilakukan badan intelijen untuk memerangi disinformasi. Dia mengatakan kantornya telah diarahkan oleh Kongres untuk mendirikan pusat pengaruh jahat asing.

"Anda tidak bisa pergi setelah semua disinformasi di mana-mana," imbuhnya.

"Anda harus mencari tahu apa yang paling penting dan bagaimana kita benar-benar mengelolanya,” pungkasnya.(Straitstimes/OL-5)

Baca Juga

AFP/MLADEN ANTONOV

Thailand Bakal Hapuskan Kewajiban Karantina untuk Pengunjung, Ini Syaratnya

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 September 2021, 20:23 WIB
Thailand akan menghapuskan kewajiban karantina di Bangkok dan sembilan wilayah lain mulai 1 November untuk pendatang yang telah divaksin...
airport-technology.com

Taliban Umumkan Bandara Kabul Telah Siap Beroperasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 September 2021, 18:10 WIB
Penerbangan di bandara internasional utama Afghanistan di Kabul dihentikan sementara pada Agustus setelah Taliban berhasil mengambil alih...
Eduardo MUNOZ ALVAREZ / POOL / AFP

Sekjen PBB Serukan Agar Senjata Nuklir Dimusnahkan

👤Nur Aivanni 🕔Senin 27 September 2021, 14:04 WIB
Antonio Guterres menyatakan bahwa senjata nuklir harus dihilangkan dari dunia dan era baru dialog, harapan dan perdamaian harus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Meretas Asa Jadi Pusat Ekonomi Syariah

Potensi besar hanya akan tetap menjadi potensi bila tidak ada langkah nyata untuk mewujudkannya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya