Sabtu 04 September 2021, 13:48 WIB

PM Thailand Lolos dari mosi tak Percaya di Parlemen

Mediaindonesia | Internasional
PM Thailand Lolos dari mosi tak Percaya di Parlemen

Lillian SUWANRUMPHA / AFP
Demonstran yang menuntut Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha untuk mundur

 

PERDANA Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha dan lima menteri kabinet lolos dengan nyaman dari voting mosi tidak percaya di parlemen pada Sabtu ketika para aktivis berencana melakukan lebih banyak aksi protes terhadap pemerintah.

Prayuth menerima 264 suara mendukung dan 208 menentang. Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul dan empat menteri kabinet lainnya juga selamat dari mosi penolakan dengan cara yang sama.

Pihak oposisi membutuhkan 242 dari 482 suara parlemen untuk menggulingkan perdana menteri. Prayuth mengatakan dia tetap percaya diri setelah pemungutan suara. Anggota parlemen selama empat hari menuduh pemerintahnya salah menangani pandemi.

Mereka mengkritiknya atas dampak ekonomi yang parah, membidik upaya vaksinasi pemerintah yang lambat karena tidak memesan vaksin terlebih dahulu dan memutuskan untuk tidak bergabung dengan skema pasokan vaksin internasional COVAX.

Baca juga: Selandia Baru Laporkan Kematian Pertama Akibat Covid-19 Varian Delta

Prayuth telah membela keputusan pemerintahnya itu. Ini adalah mosi penolakan ketiga yang dilewati dengan selamat oleh pemerintah. Mosi tersebut diajukan oposisi di parlemen ketika pengunjuk rasa pro demokrasi merencanakan lebih banyak demonstrasi pada Sabtu.

Unjuk rasa baru-baru ini berubah menjadi kekerasan. Pasukan keamanan menggunakan air mata gas, meriam air dan peluru karet menghadapi pengunjuk rasa yang melemparkan batu dan petasan.

Thailand telah melaporkan lebih dari 1,2 juta infeksi dan lebih dari 12.000 kematian terkait virus corona, kebanyakan disebabkan oleh varian Delta sejak April.

Pihak berwenang melaporkan rekor penambahan dalam sehari dengan lebih dari 23.000 kasus pada pertengahan Agustus.

Peluncuran vaksin dimulai pada Juni di tengah wabah paling parah di negara itu, ketika masyarakat sulit mendapatkan perawatan medis dan sebagian meninggal di rumah. Sekitar 13% dari 66 juta lebih penduduk Thailand telah divaksin lengkap.

Pemerintah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi 2021 untuk ketiga kalinya, menjadi 0,7%-1,2% dari 1,5%-2,5%. Ekonomi Thailand menyusut 6,1% tahun lalu.(Ant/OL-4)

Baca Juga

Medcom.id

AS Tidak Yakin akan Kesepakatan Nuklir Iran

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 03 Desember 2021, 09:58 WIB
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett telah menyerukan penghentian pembicaraan, yang dilanjutkan pada hari Senin. Blinken menolak...
Medcom.id

Iran: Kesepakatan Nuklir Tergantung Niat Baik Pihak Barat

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 03 Desember 2021, 09:38 WIB
AS, yang secara sepihak menarik diri dari kesepakatan pada 2018, hanya berpartisipasi dalam pembicaraan secara tidak langsung atas desakan...
AFP/Abbas Momani.

Ketika Pengendara Mobil Israel Tersesat di Wilayah Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 21:34 WIB
Polisi mengidentifikasi salah satu orang Israel sebagai penduduk permukiman Shiloh di Tepi Barat. Satu lagi tinggal di kota Elad yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya