Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat percaya bahwa serangan teror lain seperti bom bunuh diri mematikan di bandara Kabul sangat mungkin terjadi dalam 24-36 jam ke depan. Ini disampaikan Presiden Joe Biden, Sabtu (28/8).
Setelah pengarahan dari tim keamanan nasionalnya, Biden mengatakan dalam suatu pernyataan bahwa serangan pesawat tak berawak AS yang menargetkan kelompok ISIS-Khorasan yang mengaku bertanggung jawab atas pembantaian pada Kamis (26/8) di bandara, "Bukan yang terakhir."
"Situasi di lapangan terus menjadi sangat berbahaya. Ancaman serangan teroris di bandara tetap tinggi. Komandan militer kami memberi tahu saya bahwa serangan sangat mungkin terjadi dalam 24-36 jam ke depan," kata Biden.
Puluhan warga sipil Afghanistan tewas dalam pengeboman di Bandara Kabul, Kamis, bersama dengan 13 tentara AS. Beberapa dari mereka lahir sekitar waktu operasi militer AS di Afghanistan yang dimulai 20 tahun lalu.
Pentagon mengatakan pada Sabtu bahwa mereka telah membunuh dua target dengan profil tinggi yakni ahli logistik untuk kelompok jihad dan melukai yang lain dalam serangan pesawat tak berawak di Afghanistan timur sebagai pembalasan atas bom bunuh diri.
Tidak ada warga sipil yang terluka dalam serangan itu, Mayor Jenderal Hank Taylor mengatakan pada konferensi pers di Washington. "Fakta bahwa dua individu ini tidak lagi berjalan di muka bumi, itu hal yang baik," kata juru bicara Pentagon John Kirby.
Pasukan AS telah berjuang dalam kondisi berbahaya dan kacau untuk menyelesaikan operasi evakuasi besar-besaran dari bandara Kabul dengan batas waktu 31 Agustus. Biden telah berjanji untuk tetap pada batas yang disepakati dan telah bersumpah untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab atas ledakan bunuh diri itu.
Baca juga: Evakuasi AS hampir Berakhir, Taliban Siap Bentuk Kabinet Baru
Dia mengatakan pada Sabtu bahwa serangan pesawat tak berawak itu tidak akan menjadi yang terakhir. "Kami akan terus memburu siapa pun yang terlibat dalam serangan keji itu dan membuat mereka membayarnya," katanya. "Setiap kali ada yang berusaha untuk menyakiti Amerika Serikat atau menyerang pasukan kami, kami akan merespons. Itu tidak akan pernah diragukan." (AFP/OL-14)
KEDUTAAN Besar Amerika Serikat (AS) di Iran mengeluarkan imbauan mendesak kepada seluruh warga negaranya untuk meninggalkan Iran sekarang juga.
IRAN dan Amerika Serikat (AS) membuka jalur perundingan tingkat tinggi melalui mediasi Oman guna meredakan perbedaan mendalam terkait program nuklir Teheran.
PEMERINTAH AS menerbitkan peringatan darurat bagi seluruh warga negaranya yang masih berada di Iran, menjelang dimulai putaran krusial perundingan dengan Teheran di Oman.
IRAN dan Amerika Serikat sepakat melanjutkan negosiasi mengenai program nuklir Iran yang dijadwalkan digelar di Muscat, Oman, pada Jumat (6/2).
Hubungan antara Kanada dan AS saat ini sedang mendingin setelah Presiden Donald Trump memberlakukan tarif pada barang-barang Kanada.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Kamis (5/2) waktu setempat, Donald Trump memuji kepemimpinan Sanae Takaichi sebagai sosok yang kuat dan bijaksana.
PERDANA Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras serangan bom bunuh diri yang mengguncang masjid Syiah di Islamabad pada Jumat (6/2).
WNI tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas penahanan khusus anak atau remaja, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.
Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan besar ke target ISIS di Suriah sebagai balasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS.
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) RI tengah mengawal ketat kasus hukum seorang anak Indonesia karena diduga terlibat dalam aktivitas yang mendukung gerakan ISIS.
Amerika Serikat dan Nigeria melakukan operasi serangan udara gabungan terhadap ISIS di Sokoto.
Presiden Donald Trump mengonfirmasi serangan mematikan terhadap ISIS di Nigeria sebagai respons atas penganiayaan umat Kristen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved