Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Selasa (17/8), mengumumkan sesi khusus tentang Afghanistan akan digelar pada 24 Agustus untuk mengatasi masalah hak asasi manusia yang serius setelah pengambilalihan kekuasaan di Afghanistan oleh Taliban.
Pertemuan tersebut, di markas besar PBB, Palais des Nations, di Jenewa, diadakan menyusul permintaan resmi dari perwakilan Pakistan - koordinator Organisasi Kerja Sama Islam - dan Afghanistan.
Pengajuan bersama tersebut telah didukung 89 negara sejauh ini, menurut badan HAM PBB itu dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Taliban Janjikan Perdamaian dan Penuhi Hak-Hak Perempuan
Untuk mengadakan sesi khusus di luar pertemuan rutin tiga kali setahun membutuhkan dukungan setidaknya sepertiga dari 47 anggota dewan, yaitu 16 negara.
Permintaan itu sejauh ini telah didukung oleh 29 dari 47, termasuk Argentina, Inggris, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, dan Pakistan serta Uzbekistan.
Enam puluh negara lainnya, sejauh ini, mendukung langkah tersebut, termasuk Aljazair, Belgia, Mesir, Iran, Irak, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Qatar, Arab Saudi, Spanyol, Suriah, Tajikistan, Turki, Turkmenistan, dan Uni Emirat Arab.
Taliban mengambil kendali secara efektif atas Afghanistan, Minggu (15/8), ketika Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dan pemberontak masuk ke Kabul tanpa perlawanan.
Itu mengakhiri kekalahan yang sangat cepat dari kota-kota besar Afghanistan setelah dua dekade perang yang merenggut ratusan ribu nyawa.
Puluhan ribu orang telah mencoba melarikan diri dari negara itu untuk terhindar dari pemerintahan Islam garis keras di bawah Taliban, atau takut akan pembalasan langsung karena berpihak pada pemerintah yang didukung AS yang memerintah selama dua dekade terakhir.
Di luar Palais des Nations, sekelompok orang berdemonstrasi menentang Taliban. Mereka mengibarkan bendera Afghanistan, mengangkat spanduk bertuliskan seperti "Kami kehilangan negara kami dan dunia hanya menyaksikan" dan "Bebaskan Afghanistan".
Kerumunan berteriak "Matilah Taliban" dan tiga perempuan memegang spanduk bertuliskan, "Kami menginginkan pemerintahan yang inklusif dan adil di Afghanistan".
"Kami di sini untuk meminta bantuan internasional untuk datang menyelamatkan warga sipil yang masih berada di sana dan dalam bahaya kematian yang serius karena sebagian besar, mereka telah bekerja untuk Barat dan mereka mendapati diri mereka terperangkap dan dikelilingi oleh Taliban," kata demonstran Said Mir kepada AFP. (AFP/OL-1)
Setelah satu tahun ditahan tanpa dakwaan, peneliti bahasa AS Dennis Coyle akhirnya dibebaskan oleh Taliban.
Pakistan dan Afghanistan sepakat menghentikan sementara konflik maut demi menghormati Idul Fitri, menyusul serangan udara di Kabul yang menewaskan ratusan jiwa.
Pakistan telah menyerang pusat rehabilitasi di ibu kota, sehingga mengakibatkan kematian dan luka-luka. Dia berjanji bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul hancur akibat serangan udara. Taliban tuduh Pakistan sebagai pelakunya, sementara ketegangan lintas batas meningkat.
Juru Bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengecam serangan udara Pakistan di Kabul dan Kandahar. Kabul klaim lancarkan operasi balasan besar-besaran di perbatasan.
Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Kabul menuduh warga sipil tewas dan terluka, sementara Islamabad mengklaim operasi menargetkan TTP dan ISKP.
PEMERINTAH Arab Saudi menyatakan dukungannya atas keputusan Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang secara bulat mengadopsi resolusi terkait dampak serangan Iran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkap adanya pesan dari AS melalui perantara. Di sisi lain, PBB peringatkan Lebanon jangan jadi 'Gaza kedua'.
Israel mengatakan pihaknya tidak menargetkan tentara Libanon karena pertempuran mereka bukan dengan mereka, melainkan dengan Hizbullah.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Tim pencari fakta PBB melaporkan kondisi memprihatinkan warga sipil Iran yang terjepit di antara serangan udara AS-Israel dan represi pemerintah yang kian sistematis.
Iran menyatakan empat diplomat mereka tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Israel ke sebuah hotel di Beirut, Libanon, pekan lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved