Selasa 10 Agustus 2021, 20:22 WIB

Assad Setujui Kabinet Baru, Suriah Hadapi Ekonomi Sulit

Mediaindonesia.com | Internasional
Assad Setujui Kabinet Baru, Suriah Hadapi Ekonomi Sulit

AFP/Louai Beshara.
Hussein Arnous.

 

PRESIDEN Suriah Bashar al-Assad mengeluarkan dekrit pada Selasa (10/8) menyetujui kabinet baru yang dipimpin oleh Hussein Arnous. Langkah ini menyusul pemilihan Mei yang mengamankan kekuasaan Assad di negara yang dilanda perang.

Pemerintahan baru dengan 29 menteri, yang diumumkan kurang dari dua minggu sejak Assad menugaskan Arnous untuk membentuknya, sedikit berubah dari sebelumnya. Mereka yang mengepalai kementerian pertahanan, luar negeri, dalam negeri, dan keuangan tetap tidak berubah.

Namun nama-nama baru ditunjuk untuk memimpin kementerian informasi, urusan sosial dan perdagangan dalam negeri, serta perlindungan konsumen. Perombakan itu beberapa minggu setelah Assad mengambil sumpah jabatan untuk masa jabatan tujuh tahun keempat. 

Perubahan itu diwajibkan oleh konstitusi Suriah yang menetapkan bahwa masa jabatan kabinet berakhir dengan masa jabatan presiden. Pada Selasa, kepresidenan mengumumkan daftar nama terakhir di saluran media sosialnya. Kabinet baru itu merupakan yang kedua dipimpin oleh Arnous.

Pemerintah harus menghadapi krisis ekonomi yang meningkat disebabkan oleh konflik selama satu dekade serta diperparah oleh serentetan sanksi Barat dan krisis keuangan di negara tetangga Libanon. Kemiskinan sekarang mencapai 80% dari populasi dan pound Suriah telah jatuh ke posisi terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap dolar AS di pasar gelap.

Baca juga: Serangan Rezim Suriah Bunuh Empat Anak di Daerah Jihadis

Kekurangan bahan bakar yang parah telah memperpanjang pemadaman listrik kronis hingga lebih dari 20 jam sehari di beberapa daerah. Untuk menopang cadangan yang semakin menipis, pemerintah sebelumnya berulang kali menaikkan harga bahan pokok seperti bahan bakar, roti, beras, dan gula. (OL-14)

Baca Juga

AFP/Bryan R. Smith

DPR AS Setujui UU Pembatasan Senjata Api

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 09:47 WIB
UU yang menunggu ditandangani Biden ini telah mengatur sejumlah syarat kepemilikan senjata. Misalnya terdapat pemeriksaan riwayat kriminal...
AFP/MANDEL NGAN

PBB Sebut Keputusan MA AS yang Hapus Hak Aborsi Pukulan bagi HAM

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 07:30 WIB
"Akses untuk mendapatkan aborsi yang aman, legal dan efektif ada dalam hukum hak asasi internasional dan merupakan dasar pada hak...
AFP/David McNew/Getty Images

Mahkamah Agung AS Cabut Hak untuk Lakukan Aborsi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 05:45 WIB
"UUD tidak menjamin hak untuk melakukan aborsi. Hak untuk mengatur masalah aborsi dikembalikan kepada warga dan perwakilan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya