Selasa 03 Agustus 2021, 09:11 WIB

Tiongkok Perintahkan Penyelidikan Banjir di Henan

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Tiongkok Perintahkan Penyelidikan Banjir di Henan

STR / AFP
Tim penyelamat mengevakuasi warga saat banjir besar melanda Weihui, Kota Xinxiang, Provinsi Henan, Tiongkok, pada Minggu (26/7) lalu.

 

DEWAN Negara Tiongkok memutuskan untuk meluncurkan penyelidikan setelah jumlah korban tewas akibat banjir di Provinsi Henan melonjak dari 99 menjadi 302 orang, menurut laporan media resmi.

“Dewan Negara memutuskan untuk melakukan penilaian yang komprehensif dan objektif dari respon bencana Henan, yang akan dipimpin oleh Kementerian Manajemen Darurat, dalam upaya untuk meningkatkan pencegahan dan bantuan bencana,” menurut kantor berita resmi Xinhua.

“Penyelidikan juga akan menuntut siapa pun yang bertanggung jawab atas kelalaian tugas,” tambah laporan itu.

Mayoritas kematian terjadi di ibu kota provinsi Zhengzhou, di mana 292 tewas setelah air deras menyebabkan tanah longsor, bangunan runtuh dan banjir ruang bawah tanah, lapor Henan Daily, mengutip pemerintah setempat.

Sebanyak 50 orang hilang di seluruh Provinsi Henan, termasuk 47 di Zhengzhou. Menurut penghitungan resmi, 14 orang tenggelam dalam gerbong kereta bawah tanah yang terendam, sementara enam lainnya tewas di terowongan yang terendam air.

Kematian tersebut mendorong penduduk setempat untuk mempertanyakan apakah pemerintah kota telah gagal memperingatkan masyarakat, menutup transportasi terlebih dahulu dan memberikan upaya penyelamatan tepat waktu.

Zhengzhou, kota berpenduduk 10 juta, menerima hujan selama satu tahun hanya dalam tiga hari bulan lalu mulai 20 Juli.

Di seluruh Henan, yang merupakan pusat produksi pertanian dan pangan, batu bara dan logam serta industri berat, lebih dari 14,53 juta orang terkena dampaknya, dan kerugian ekonomi langsung mencapai 114,3 miliar yuan , menurut pemerintah provinsi.

Liga Pemuda Komunis tolak wartawan asing 

Banjir dan akibatnya juga menambah ketegangan antara Tiongkok dan Barat setelah cabang provinsi Liga Pemuda Komunis, cabang resmi partai yang berkuasa, menggunakan media sosial untuk mendesak anggota masyarakat untuk mendegah reporter BBC atas liputan bencananya, New York Times melaporkan.

Kemudian, seorang koresponden untuk penyiar publik Jerman Deutsche Welle dikonfrontasi di Zhengzhou oleh kerumunan orang yang mungkin mengira dia adalah jurnalis BBC.

Insiden itu mendorong AS untuk mengungkapkan keprihatinan atas pelecehan dan intimidasi terhadap koresponden asing di Tiongkok.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian mengatakan komentar itu mendistorsi fakta, membingungkan yang benar dengan yang salah, dan bertujuan untuk menekan Tiongkok dengan tuduhan tidak berdasar, menambahkan bahwa hak-hak jurnalis asing dilindungi sepenuhnya.

Para pejabat telah memperingatkan bahwa Tiongkok dapat mengalami peristiwa cuaca yang lebih ekstrem di tengah perubahan iklim.

Banjir di Tiongkok tengah diikuti oleh gelombang panas, sementara topan melanda provinsi Zhejiang di selatan Shanghai bulan lalu. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

Baca Juga

Ist

Presiden Singapura Apresiasi Peran SIF Jalin Kerja Sama Global

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 22:13 WIB
Presiden Singapura mengapresiasi SIF atas peran pentingnya dalam mendorong kerja sama internasional dan menjalin ikatan...
AFP/Mustafa Kamaci.

Erdogan: Hubungan Turki-Israel Tergantung Isu Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 21:36 WIB
Erdogan membuat pernyataan serupa dalam konferensi pers pekan lalu, mengatakan dalam menanggapi pertanyaan tentang Israel dan...
AFP/Mohammed Al-Shaikh.

Prancis Bebaskan Warga Saudi Dikira Tersangka Pembunuhan Khashoggi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 21:22 WIB
Pria itu, yang membawa paspor atas nama Khalid al-Otaibi, ditangkap oleh polisi perbatasan Prancis di bandara utama Paris pada Selasa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya