Rabu 21 Juli 2021, 10:51 WIB

Pemimpin Oposisi Belarus Minta AS Beri Sanksi terhadap Bisnis Negara

Nur Aivanni | Internasional
Pemimpin Oposisi Belarus Minta AS Beri Sanksi terhadap Bisnis Negara

AFP/Kevin Dietsch
Pemimpin Oposisi Belarus Svetlana T

 

PEMIMPIN oposisi Belarus yang diasingkan Svetlana Tikhanovskaya meminta para pemimpin AS untuk sanksi yang lebih ketat terhadap bisnis yang dikendalikan oleh negara Belarus.

Svetlana Tikhanovskaya sedang berkunjung ke Washington ketika pemerintahan Presiden AS Joe Biden bersumpah untuk meningkatkan tekanan pada pemimpin Belarus Alexander Lukashenko.

Dalam pertemuan pada Senin dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Tikhanovskaya mempresentasikan daftar perusahaan di mana dia berharap Amerika Serikat dapat menjatuhkan sanksi lebih.

"Kami memahami bahwa hanya warga Belarus sendiri yang dapat membawa negara itu ke perubahan demokratis, tetapi kami berharap partisipasi aktif dan non-simbolis Amerika," kata Tikhanovskaya di meja bundar Asosiasi Koresponden Departemen Luar Negeri.

"Presiden Biden mengatakan dunia sedang berjuang antara otokrasi dan demokrasi. Jadi garis depan perjuangan ini ada di Belarus saat ini. Sebagai juara demokrasi, AS dapat membantu menyelesaikan sesuatu," imbuhnya.

Tikhanovskaya mengharapkan sanksi lebih lanjut terhadap perusahaan yang dikendalikan negara di bidang kalium, minyak, kayu dan baja.

Baca juga: AS Batasi Perjalanan Udara ke Belarus

Bisnis akan dipaksa untuk memahami bahwa Lukashenko sudah berakhir dan mereka harus memilih untuk bergabung dengan negara baru yang transparan.

Dia juga menyerukan diakhirinya celah dalam sanksi UE yang menurutnya memungkinkan kontrak yang ada dengan perusahaan internasional untuk dilanjutkan.

"Sebagian besar perusahaan internasional pertama-tama takut akan sanksi AS dan bahkan ancaman sanksi baru -- sanksi baru Eropa atau sanksi AS -- dapat memengaruhi perilaku Lukashenko," tuturnya.

"Dia menjadi lebih kejam sekarang dan dia meningkatkan kekerasan tetapi itu hanya menunjukkan kelemahannya," ucapnya.

Pada Selasa, Tikhanovskaya juga bertemu dengan penasihat keamanan nasional Biden, Jake Sullivan, serta anggota Kongres.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan bahwa Blinken melakukan diskusi yang sangat baik dengan Tikhanovskaya tetapi menolak untuk merinci pembicaraan tentang sanksi baru.

"Kami tahu bahwa sanksi adalah alat yang ampuh dan yang terus digunakan Amerika Serikat dalam upaya mengubah perilaku rezim Lukashenko," kata Price kepada wartawan.

"Kami mendukung rakyat Belarus dan anggota masyarakat sipil. Kami mendukung aspirasi mereka untuk masa depan yang demokratis, bebas dan sejahtera," katanya.

Tikhanovskaya, yang sebelumnya menjadi ibu rumah tangga, menggantikan suaminya yang ditahan sebelum pemilu. Dia melarikan diri ke Lithuania untuk keselamatan saat pasukan keamanan menindak aksi protes.

Pada Mei, sebuah penerbangan komersial dari Athena ke Lithuania terpaksa mendarat di Belarus dengan dalih keamanan, dengan pihak berwenang menangkap seorang jurnalis pembangkang Belarus, Roman Protasevich, dan pacarnya.

Uni Eropa pun menanggapinya dengan melarang penerbangan di atas wilayah udara Belarus, sebuah langkah yang dipuji oleh Tikhanovskaya sebagai langkah yang kuat.(AFP/OL-5)

Baca Juga

Tuwaedaniya MERINGING / AFP

Thailand Catat Rekor Harian 18.912 Kasus Covid-19 Baru

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 14:48 WIB
Thailand juga melaporkan 178 kematian baru, yang juga merupakan rekor harian, menjadikan total kematian mencapai 4.857...
STR / AFP

Unjuk Rasa Tuntut Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Mundur

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 14:39 WIB
Sekitar 200 hingga 300 pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota Kuala Lumpur pada Sabtu (31/7) pagi untuk menuntut pengunduran diri Perdana...
AFP/Anna Moneymaker.

Wapres AS akan Kunjungi Singapura dan Vietnam Bulan Depan

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 14:08 WIB
Harris akan menjadi wakil presiden pertama yang pernah mengunjungi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya