Rabu 21 Juli 2021, 08:05 WIB

Banjir di Zhengzhou Tiongkok Akibatkan 12 Orang Meninggal

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Banjir di Zhengzhou Tiongkok Akibatkan 12 Orang Meninggal

AFP
Aktivitas warga terganggu karena banjir di sepanjang jalan setelah hujan lebat di Zhengzhou di provinsi Henan, China tengah, Senin (20/7)

 

HUJAN deras yang mengguyur provinsi Henan, Tiongkok tengah, menyebabkan banjir dan menewaskan 12 orang di ibu kotanya, Zhengzhou dan menyebabkan sekitar 100.000 orang direlokasi ke zona aman.

Provinsi Henan dan biro meteorologi kota Zhengzhou menaikkan tanggap darurat bencana ke Level 1, dengan prakiraan cuaca memperkirakan hujan lebat di provinsi itu akan berlangsung hingga Rabu malam, menurut laporan media pemerintah Xinhua pada Rabu (21/7).

Provinsi Henan telah dilanda badai sejak akhir pekan di musim hujan yang luar biasa aktif, yang mengakibatkan meluapnya tepian sungai besar dan membanjiri jalan-jalan di sejumlah kota, mengganggu kehidupan sehari-hari jutaan warga.

Zhengzhou mengalami curah hujan 457,5 milimeter dalam 24 jam hingga pukul 5 sore pada hari Selasa (20/7), tertinggi sejak pencatatan dimulai untuk kota berpenduduk lebih dari 10 juta orang itu. Ini termasuk rekor 201,9 milimeter dalam satu jam, dari jam 4 sore sampai jam 5 sore.

Henan adalah produsen utama produk dan mesin pertanian, sementara Zhengzhou adalah rumah bagi pabrik besar yang dimiliki oleh Industri Presisi Hon Hai Taiwan, yang lebih dikenal sebagai Foxconn.

Gambar yang diterbitkan oleh media pemerintah menunjukkan sebagian besar jalan kota terendam, sementara video yang diposting di media sosial menunjukkan penumpang di gerbong kereta bawah tanah terendam banjir.

“Ribuan pekerja penyelamat termasuk tentara dan petugas pemadam kebakaran telah dikirim untuk melakukan pekerjaan penyelamatan di kota itu,” kata Xinhua.

Pihak berwenang menutup sistem kereta bawah tanah Zhengzhou yang kebanjiran dan membatalkan ratusan penerbangan.

Banjir datang tak lama setelah kota-kota utama Tiongkok memperingatkan bahwa rumah dan pabrik menghadapi pemadaman listrik baru karena kekurangan pasokan yang lama membebani jaringan energi.

Sebelas provinsi termasuk pusat manufaktur timur dan pusat yang terkurung daratan Tiongkok melaporkan rekor permintaan dan lonjakan beban puncak pekan lalu, di tengah cuaca panas.

Bendungan Jebol

Pada Selasa malam (20/7), unit regional Tentara Pembebasan Rakyat memperingatkan bahwa hujan deras yang tak henti-hentinya telah menyebabkan jebolnya bendungan Yihetan di Luoyang, sebuah kota berpenduduk sekitar tujuh juta orang, dengan risiko bendungan itu kemungkinan runtuh kapan saja.

Komando Teater Pusat PLA mengatakan telah mengirim tentara untuk melakukan tanggap darurat termasuk peledakan dan pengalihan banjir.

"Pada tanggal 20 Juli, kebocoran 20 m terjadi di bendungan Yihetan, tepi sungai rusak parah dan bendungan itu bisa runtuh kapan saja," katanya dalam pernyataan itu.

Banjir biasa terjadi selama musim hujan di Tiongkok, yang menyebabkan kekacauan tahunan dan menghanyutkan jalan, tanaman, dan rumah.

Tetapi ancaman itu telah memburuk selama beberapa dekade, sebagian karena pembangunan bendungan dan tanggul yang meluas yang telah memutuskan hubungan antara sungai dan danau yang berdekatan dan mengganggu dataran banjir yang telah membantu menyerap gelombang musim panas. (Straitstimes/OL-13)

Baca Juga: AS Redakan Imbauan Perjalanan terkait Covid-19 untuk India-Pakistan

Baca Juga

AFP/Luis Acosta

Uni Emirat Arab Mulai Berikan Vaksin untuk Anak Usia 3 Hingga 17 Tahun

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 02 Agustus 2021, 20:05 WIB
Uni Emirat Arab (UAE) akan mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 buatan Sinopharm, Tiongkok, pada anak-anak usia 3 hingga 17...
taiwannews.com.tw

Penyanyi Hong Kong Anthony Wong Dituduh Tindak Pidana Korupsi

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 02 Agustus 2021, 19:25 WIB
Lembaga anti korupsi Hong Kong pada Senin (2/8) menuduh penyanyi dan aktivis pro-demokrasi terkenal, Anthony Wong, dengan "tindak...
AFP

India Laporkan 40.134 Kasus Baru Covid-19 dalam 24 Jam Terakhir

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 02 Agustus 2021, 19:00 WIB
India melaporkan 40.134 kasus baru infeksi virus korona (COVID-19) dalam 24 jam terakhir, kata pernyataan pemerintah negara itu, Senin...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya