Sabtu 17 Juli 2021, 08:15 WIB

Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Palsu Dijual di Meksiko

Nur Aivanni | Internasional
Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Palsu Dijual di Meksiko

medcom.id
Ilustrasi sertifikat vaksin palsu

 

USAI muncul vaksin palsu, kini sertifikat vaksinasi virus korona palsu tengah ditawarkan untuk diperjualbelikan di ibu kota Meksiko. Surat ini ditujukan untuk orang-orang yang ingin bepergian ke negara-negara yang memerlukan bukti inokulasi.

Di daerah distrik bersejarah yang terkenal dengan pencetak dan pemalsunya, layanan baru telah muncul di samping dokumen menyerupaik akta kelahiran, SIM, dan paspor.

Pelanggan untuk sertifikat vaksinasi covid-19 palsu, kata seorang penjual, biasanya adalah orang-orang yang ingin bepergian tetapi belum diimunisasi secara lengkap atau menerima vaksin yang tidak diakui di negara yang akan mereka kunjungi.

"Kalau mereka divaksinasi dengan suntikan (buatan) Tiongkok, di sini kita ganti untuk Pfizer atau Sputnik V," kata pria yang menyebut namanya sebagai Cris.

Tidak terpengaruh oleh kehadiran petugas polisi di dekatnya, dia memberi tahu calon pelanggan harganya berkisar antara 1.100 hingga 2.000 peso Meksiko (US$55-100).

"Dalam dua jam Anda akan mendapatkan dokumen itu," tambahnya yang menggunakan masker.

Kementerian Kesehatan Meksiko baru-baru ini mengumumkan orang yang telah divaksinasi dapat mengunduh sertifikat imunisasi secara gratis melalui situs web resmi untuk digunakan saat bepergian atau dalam situasi lain.

Baca juga: Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Palsu Dijual Seharga Rp100 Ribu

Sekitar 21 juta orang telah divaksinasi lengkap di Meksiko, negara berpenduduk 126 juta, menggunakan suntikan Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, Sinovac, Cansino, Sputnik V dan Johnson & Johnson.

Sertifikat resmi memiliki kode QR mengarahkan siapa pun yang memindainya ke halaman pemerintah dengan konfirmasi si pemegang telah diimunisasi lengkap.

Para pemalsu menawarkan untuk mengutak-atik kode itu, tetapi apakah itu benar-benar berfungsi tidak jelas.

Menurut spesialis keamanan siber Carlos Ramirez, untuk menipu, sistem memerlukan tingkat pengetahuan teknologi tertentu sehingga orang yang memeriksa sertifikat itu diarahkan ke situs web pemerintah palsu.

Secara teori, katanya, mungkin untuk memuat setiap QR dengan data yang diminta oleh pelanggan - tugas yang menantang tetapi bukan tidak mungkin bagi penjahat siber.

Kementerian Kesehatan Meksiko tidak menanggapi permintaan informasi tentang protokol keamanan digitalnya dan tindakan apa yang direncanakannya untuk menanggapi pemalsuan tersebut.

Itu bukan aktivitas penipuan pertama yang terkait dengan pandemi di Meksiko. Ketika April, Pfizer mengatakan vaksin palsu telah ditemukan untuk dijual dengan nama mereknya.

Di Santo Domingo, tes laboratorium palsu dengan hasil negatif covid-19 juga dijual dengan harga sekitar US$30. Memalsukan dokumen resmi bisa dijatuhkan hukuman penjara empat hingga delapan tahun di Meksiko.

Saat ini, jumlah kematian resmi akibat virus korona di Meksiko lebih dari 235.000, tertinggi keempat di dunia.(AFP/OL-5)

Baca Juga

AFP/Jaafar Ashtiyeh.

Pemukiman Israel akan Percepat Implementasi Ultimatum Presiden Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 21:36 WIB
Abbas berargumen bahwa jika kondisi itu tidak terpenuhi, pengakuan atas Palestina terkait perbatasan pada 1967 mungkin bisa...
PETIT TESSON / POOL / AFP

Uni Eropa akan Buka Misi Diplomatik Bersama di Afghanistan

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 17:30 WIB
Barat telah lama mencari cara untuk terlibat dengan Taliban setelah kelompok itu mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada...
Hector RETAMAL / AFP

Taliban Keluarkan Dekrit Wanita Tidak Boleh Dipaksa Menikah

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 14:38 WIB
Pemerintah Taliban Afghanistan mengeluarkan dekrit tentang hak-hak perempuan yang menyatakan bahwa perempuan tidak boleh dianggap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya