Selasa 13 Juli 2021, 15:30 WIB

AS Bantu Penyelidikan Pembunuhan Presiden Haiti

Nur Aivanni | Internasional
AS Bantu Penyelidikan Pembunuhan Presiden Haiti

AFP
Jovenel Moise.

 

AMERIKA Serikat mengatakan pihaknya membantu menyelidiki pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise. Menurut pihak berwenang Haiti, regu pembunuh yang terdiri dari 28 pria - 26 warga Kolombia dan dua warga negara AS -- membunuh presiden di rumahnya pekan lalu, juga melukai istrinya.

"Atas permintaan pemerintah Haiti, Departemen Kehakiman, bersama dengan mitra pemerintah AS, membantu Kepolisian Nasional Haiti dalam penyelidikan itu," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan, Selasa (13/7).

"Penilaian awal telah dilakukan di Haiti oleh pejabat senior AS. Departemen akan terus mendukung pemerintah Haiti dalam meninjau fakta dan keadaan seputar serangan keji itu," ucapnya. Pihaknya, tambahnya, juga akan menyelidiki apakah ada undang-undang AS yang dilanggar.

"Para pemimpin politik perlu bersatu," kata Biden kepada wartawan sebelumnya. "AS siap untuk terus memberikan bantuan," sambungnya.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan delegasi penegak hukum AS dan pejabat keamanan nasional yang mengunjungi Haiti pada pekan lalu mencatat ketidakstabilan negara itu setelah pembunuhan Moise.

"Yang jelas dari perjalanan mereka adalah ketidakjelasan tentang kepemimpinan politik di masa depan," kata Psaki.

Dia mengatakan permintaan Haiti agar pasukan AS dikerahkan dan memberikan keamanan masih dipertimbangkan. Saat ditanya apakah Gedung Putih telah mengesampingkan pengiriman pasukan, dia berkata menampiknya.

Tidak ada motif yang diketahui publik atas pembunuhan itu, dan pertanyaan-pertanyaan berputar-putar tentang siapa yang mendalangi pembunuhan itu.

Delegasi AS yang mewakili Departemen Kehakiman, Departemen Keamanan Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri dan Dewan Keamanan Nasional bertemu dengan pejabat tinggi Haiti.

"Delegasi meninjau keamanan infrastruktur penting dengan pejabat pemerintah Haiti dan bertemu dengan Polisi Nasional Haiti, yang memimpin penyelidikan pembunuhan itu," kata juru bicara NSC Emily Horne.

Mereka juga bertemu dengan para pemimpin politik Haiti, termasuk Perdana Menteri sementara Claude Joseph dan Presiden Senat Joseph Lambert, untuk mendorong dialog yang terbuka dan konstruktif untuk mencapai kesepakatan politik yang memungkinkan negara itu menyelenggarakan pemilihan umum yang bebas dan adil. (AFP/OL-8)

 

Baca Juga

AFP/Fayez Nureldine.

PBB Desak Saudi Segera Bebaskan Tahanan Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:56 WIB
Kelompok itu menekankan bahwa pemerintah Saudi gagal membangun dasar hukum untuk penangkapan dan penahanan Mohammed Al Khoudary dan Hani Al...
AFP/Karim Jaafar.

Qatar Harap Sedot 1,2 Juta Wisatawan Piala Dunia 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:29 WIB
Qatar, dengan populasi sekitar 2,75 juta, akan menjadi negara tuan rumah Piala Dunia Timur Tengah pertama antara 21 November dan 18...
AFP/HOANG DINH Nam

Vietnam Siap Buka Kembali Pulau Phu Quoc Bagi Para Pelancong Asing

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 16:28 WIB
Pulau Phu Quoc, yang terletak sekitar 10 km dari Kamboja di Teluk Thailand, memiliki pantai pasir putih dan air jernih, serta pegunungan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya