Selasa 13 Juli 2021, 08:29 WIB

Mendag AS Desak untuk Cabut Pembatasan Ketat Perjalanan ke Negaranya

mediaindonesia.com | Internasional
Mendag AS Desak untuk Cabut Pembatasan Ketat Perjalanan ke Negaranya

AFP
Ilustrasi

 

MENTERI Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo mengatakan pada Senin (12/7) bahwa dia mendesak pelonggaran pembatasan yang melarang sebagian besar warga di dunia bepergian ke Amerika Serikat, tetapi pejabat kesehatan AS tetap khawatir atas makin merebaknya wabah covid-19.

Lusinan kelompok bisnis AS, anggota parlemen, dan pejabat dari pemerintah asing mendesak pemerintahan Presiden Joe Biden untuk melonggarkan pembatasan ketat yang diberlakukan di bawah mantan Presiden Donald Trump.

"Kami sedang mengerjakannya," kata Raimondo kepada Reuters dalam sebuah wawancara yang dikutip dari LKBN Antara, "Saya berusaha sangat keras."

Dia mengatakan dia bertemu dengan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Xavier Becerra pada Jumat tetapi tidak memiliki informasi tentang kapan keputusan dapat dibuat.

"CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) gusar, dan sulit untuk mengetahui apakah orang divaksin," katanya. "Tidak ada paspor vaksin yang dapat diandalkan, dan itu semacam rintangan besar."

Gedung Putih mengatakan sedang melanjutkan diskusi dengan Uni Eropa, Inggris, Kanada dan Meksiko tentang bagaimana akhirnya mencabut pembatasan, tetapi pejabat AS mengatakan mereka masih belum memiliki jadwal dan pejabat industri perjalanan berpikir pembatasan mungkin tidak akan dicabut sampai Agustus atau lebih.

Gedung Putih telah berulang kali mengesampingkan paspor vaksin nasional.

Menteri Transportasi Pete Buttigieg telah bergabung dengan Raimondo dalam mendorong pencabutan pembatasan, menurut sumber yang mengetahui diskusi tersebut, tetapi orang lain dalam pemerintahan tetap khawatir bahwa membuka pintu bagi lebih banyak pelancong dari luar negeri dapat menyebabkan peningkatan tingkat infeksi COVID-19.

Seorang juru bicara Becerra tidak segera berkomentar tentang pertemuan dengan Raimondo.

Maskapai dan lainnya mendesak pemerintah untuk mencabut pembatasan yang mencakup sebagian besar warga negara non-AS yang baru-baru ini berada di Inggris, 26 negara Schengen di Eropa tanpa kontrol perbatasan, Irlandia, China, India, Afrika Selatan, Iran, dan Brazil.

Amerika Serikat juga melarang pelancong yang tidak penting untuk menyeberang ke Amerika Serikat dari perbatasan darat Kanada atau Meksiko.

Diplomat Eropa dan lainnya berpendapat bahwa daftar negara dengan pembatasan perjalanan yang terlalu ketat termasuk beberapa negara dengan tingkat infeksi yang rendah, sementara yang lain dengan tingkat infeksi yang tinggi, termasuk Argentina, tidak menghadapi pembatasan. (OL-13)

Baca Juga: Gara-Gara Tes Covid-19, Galatasaray Ditolak Masuk Yunani

Baca Juga

dok/pribadi

Lewat Jubir, Prabowo Bantah Melakukan Upaya Normalisasi Hubungan dengan Israel

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:20 WIB
Prabowo tidak pernah terlibat dalam pembahasan normalisasi hubungan kerja sama antara Jakarta dengan Tel...
dok.ist

Presiden AAYG Ajak Semua Pihak Ringankan Beban Masyarakat Afghanistan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 16 Januari 2022, 22:05 WIB
PRESIDEN Asian African Youth Government (AAYG), Respiratori Saddam Al-Jihad mengajak semua pihak mengulurkan tangan untuk meringankan beban...
AFP

Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI Korban Tsunami Tonga

👤Ant 🕔Minggu 16 Januari 2022, 19:25 WIB
Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi dapat menghubungi KBRI Wellington di nomor telepon...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya