Kamis 08 Juli 2021, 17:40 WIB

Polisi Haiti Buru Pembunuh Presiden Jovenel Moise

Nur Aivanni | Internasional
Polisi Haiti Buru Pembunuh Presiden Jovenel Moise

VALERIE BAERISWYL / AFP
Seorang pria mengamati jendela kendaraan yang hancur ditembak di depan kediaman Presiden Haiti Jovenel Moise di Port-au-Prince, Haiti.

 

POLISI Haiti membunuh empat orang yang diklaim sebagai "tentara bayaran" yang ada di balik pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise pada Rabu (7/7) dan menahan dua orang lainnya.

Polisi tidak mengungkap identitas para tersangka atau pun motif mereka melakukan serangan terhadap Moise dan istrinya, Martine, yang selamat, di kediaman pribadi mereka di ibukota Port-au-Prince pada Rabu (7/7) pagi.

"Empat tentara bayaran tewas, dua dibekuk di bawah kendali kami. Tiga polisi yang disandera telah ditemukan," kata Kepala Kepolisian Haiti Leon Charles, pada Rabu (7/7) malam.

Ia mengatakan masih banyak anggota pasukan pembunuh yang buron. "Saat saya berbicara, anggota polisi terlibat dalam pertempuran dengan para penyerang ini," aku Charles. "Kami mengejar mereka, dalam baku tembak mereka akan terbunuh atau ditangkap," lanjutnya.

Perdana Menteri Sementara Haiti Claude Joseph mendeklarasikan "situasi pengepungan" nasional sambil mengatakan bahwa dirinya kini yang bertanggung jawab.

Serangan terhadap Presiden itu terjadi di rumahnya, pada Rabu (7/7), pukul 01:00 waktu setempat.

Pembunuhan itu terjadi tak lama setelah Moise menunjuk Ariel Henry, seorang ahli bedah saraf terlatih Prancis, sebagai perdana menteri baru Haiti. Mayoritas partai opisisi di Haiti tak menyambut baik pengangkatan Henry (71) di kursi PM.

Usai menyisir tempat kejadian perkara, tim forensik menemukan sejumlah selongsong peluru di jalanan. Sebuah mobil di dekat lokasi tampak berlubang oleh peluru.

Hakim Carl Henry Destin mengatakan kepada surat kabar Nouveliste bahwa tubuh Moise memiliki 12 lubang peluru senapan kaliber besar dan senapan kaliber 9 mm, di dahi, dada, pinggul, dan perut.

"Kantor dan kamar tidur presiden digeledah. Kami menemukannya tergeletak telentang, memakai celana biru, kemeja putih berlumuran darah, mulutnya terbuka, mata kirinya dicungkil," kata dia.

Joseph mengatakan presiden dibunuh di rumahnya oleh orang asing yang berbicara bahasa Inggris dan Spanyol. "Kematian ini tidak akan dibiarkan begitu saja," kata Joseph dalam pidatonya.

Duta Besar Haiti untuk Washington, Bocchit Edmond, juga mengatakan para pembunuh adalah tentara bayaran "profesional" yang menyamar sebagai para agen Drug Enforcement Administration (DEA) AS. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/Omar Haj Kadour.

Serangan di Damaskus dan Suriah Barat Laut Tewaskan 27 Orang

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 20:19 WIB
Dua bom yang dipasang di satu bus tentara di pusat Damaskus diledakkan pada pagi...
AFP/Ahmad Gharabli.

Rencana Israel Tangkal Pembunuhan dalam Komunitas Arab

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 20:05 WIB
Hingga kini, 102 orang telah dibunuh di komunitas...
AFP/Alexander NEMENOV

Rusia Catat Rekor Kematian Harian Akibat Covid -19

👤Nur Aivanni  🕔Rabu 20 Oktober 2021, 19:09 WIB
Negara tersebut mencatat 34.074 kasus baru akibat virus korona, menurut penghitungan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya