Senin 05 Juli 2021, 10:48 WIB

Mantan Presiden Afrika Selatan Tolak Serahkan Diri ke Polisi

Nur Aivanni | Internasional
Mantan Presiden Afrika Selatan Tolak Serahkan Diri ke Polisi

AFP/ EMMANUEL CROSET
Mantan Presiden Afrika Selatan

 

MANTAN Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma menolak untuk menyerahkan diri sampai batas waktu yang ditentukan pengadilan. Untuk diketahui, dia diperintahkan menyerahkan diri untuk menjalani hukuman penjara selama 15 bulan atas penghinaan terhadap pengadilan.

"Saya tidak perlu masuk penjara hari ini," katanya kepada wartawan di wismanya di Nkandla di Provinsi Kwa-Zulu Natal, tempat ratusan pendukungnya berkemah di luar sebagai bentuk solidaritas.

"Mengirim saya ke penjara selama puncak pandemi, di usia saya, sama dengan menjatuhkan hukuman mati kepada saya," ucapnya.

Sebelumnya, mantan presiden yang berusia 79 tahun itu mengatakan kepada para pendukungnya bahwa hak konstitusionalnya disalahgunakan oleh hakim Mahkamah Konstitusi negara itu.

Dia dan tim hukumnya telah menulis surat ke pengadilan untuk memohon kasus mereka bahwa hukuman itu salah.

Pendukung Zuma telah bersumpah untuk membuat Afrika Selatan tidak bisa diatur jika dia dipenjara.

Zuma dijatuhi hukuman penjara karena menghina pengadilan pada Selasa setelah ia berulang kali menolak untuk hadir di hadapan penyidik korupsi untuk memberikan bukti.

Baca juga:  Mantan Presiden Afrika Selatan Dijatuhi Hukuman 15 Bulan Penjara

Komite investigasi yang dibentuk pada 2018 untuk mengusut dugaan korupsi terhadap mantan presiden itu sudah mendengarkan sekitar 40 saksi.

Pengadilan memberinya lima hari untuk menyerahkan diri kepada pihak berwenang, yang membuat batas waktu pada hari Minggu.

Pengadilan Afrika Selatan tetap setuju untuk mendengar keberatan hukumnya untuk membatalkan perintah tersebut, dan sidang itu akan berlangsung pada 12 Juli.

Cathleen Powell, seorang profesor hukum Afrika Selatan, mengatakan kepada AFP bahwa keputusan untuk mendengar gugatan Zuma tidak menangguhkan putusan Mahkamah Konstitusi.

Dalam unjuk kekuatan, para loyalis yang mengenakan pakaian resmi African National Congress (ANC) telah berada di luar rumah pemimpin mereka selama berminggu-minggu.

"Ketika saya melihat polisi di sini, saya bertanya-tanya 'bagaimana mereka akan menangkap saya, bagaimana mereka akan melewati semua orang ini?'," kata Zuma sebelumnya sambil terus mengejek pihak berwenang Afrika Selatan.

"Jika (Menteri Kepolisian) Bheki Cele datang ke sini untuk menangkap uBaba (Zuma), dia harus mulai dengan kami," kata pendukung Lindokuhle Maphalala kepada AFP.

Dengan bersumpah untuk melindungi Zuma, para pengunjuk rasa menyerukan Presiden Cyril Ramaphosa untuk mundur.

"Kami di sini untuk mengatakan Ramaphosa harus mundur. Harus mundur", kata seorang loyalis yang tampak marah.

"Mulai Senin, kami akan membuat negara ini tidak bisa dikendalikan," ucapnya.

Polisi, di bawah perintah untuk menangkap Zuma jika perlu, ditempatkan di seluruh provinsi pada hari Minggu untuk mengendalikan massa yang turun ke Nkandla.(AFP/OL-5)

Baca Juga

AFP

WHO: Omicron Timbulkan Risiko Global yang Sangat Tinggi

👤Mediaindonesia 🕔Senin 29 November 2021, 17:48 WIB
Omicron memiliki jumlah mutasi lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, beberapa di antaranya mengkhawatirkan dampak potensialnya...
Antara/Fikri Yusuf

PBB: Pandemi Rugikan Sektor Pariwisata Global $2,0 Triliun pada 2021

👤Nur Aivanni  🕔Senin 29 November 2021, 17:20 WIB
Kedatangan turis internasional tahun ini akan tetap 70-75% di bawah 1,5 miliar kedatangan yang tercatat pada 2019 sebelum pandemi...
AFP/Organisasi Energi Atom Iran.

Perjalanan Berliku Perjanjian Nuklir Iran pada 2015

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 14:39 WIB
Dengan pembicaraan tentang pemulihan kesepakatan yang akan dimulai di Wina pada Senin (29/11), mari kita lihat kembali sejarahnya yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya