Kamis 08 Juli 2021, 12:25 WIB

Mantan Presiden Afsel Menyerahkan Diri untuk Jalani Hukuman Penjara

Nur Aivanni | Internasional
Mantan Presiden Afsel Menyerahkan Diri untuk Jalani Hukuman Penjara

AFP/Emmanuel Croset
Mantan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma

 

MANTAN Presiden Afrika Selatan (Afsel) Jacob Zuma menyerahkan diri ke penjara, Kamis (8/7) pagi untuk mulai menjalani hukuman selama 15 bulan karena menghina pengadilan tertinggi negara itu.

Otoritas penjara mengonfirmasi Zuma telah mulai menjalani hukumannya tersebut di Pusat Pemasyarakatan Estcourt di provinsi asalnya, KwaZulu-Natal.

Itu adalah pertama kalinya seorang mantan presiden dipenjara di Afrika Selatan pascaapartheid. Zuma menyerahkan diri setelah berhari-hari menolak melakukannya, mengakhiri kebuntuan yang mencengkeram negara itu.

Baca juga: Merasa Dibungkam, Trump Gugat Twitter, Facebook, dan Google

Sebelumnya, polisi Afsel, Rabu (7/7) memperingatkan bahwa mereka siap menangkap Zuma pada batas waktu tengah malam untuk menegakkan putusan, kecuali pengadilan tinggi memerintahkan sebaliknya.

Namun, pada akhirnya, mantan pemimpin tersebut memutuskan menempuh jalannya sendiri ke penjara.

Hanya beberapa menit sebelum batas waktu berakhir, yayasannya mencuit di Twitter bahwa Zuma telah memutuskan mematuhi perintah penahanan dan menyerahkan dirinya ke fasilitas pemasyarakatan.

Sebuah konvoi mobil yang diyakini membawa Zuma melaju keluar dari wismanya dengan kecepatan tinggi sekitar 40 menit sebelum batas waktu tersebut.

Petugas penjara mengatakan Zuma masuk penjara, yang direnovasi pada 2019, sekitar 200 kilometer jauhnya dari wismanya di Nkandla sekitar pukul 01:00 waktu setempat.

Pada akhir pekan, dia dengan menantang menyatakan bahwa dia siap masuk penjara, meskipun dia dikirim ke penjara selama puncak pandemi di usianya, yang disebutnya sama saja dengan menjatuhkan hukuman mati kepadanya.

Itu setelah dia mengatakan kepada pendukungnya bahwa akan ada kekacauan jika polisi berani menangkapnya. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP

Lima Hari Berturut-turut, Inggris Catat Kasus Covid-19 Lebih dari 40.000

👤Nur Aivanni 🕔Senin 18 Oktober 2021, 11:20 WIB
TERCATAT sebanyak 45.140 orang di Inggris dinyatakan positif covid-19,  ketika negara itu mencatat lebih dari 40.000 kasus covid pada...
ANWAR AMRO / AFP

Iran akan Lanjutkan Pembicaraan Perjanjian Nuklir Pekan Ini

👤Nur Aivanni 🕔Senin 18 Oktober 2021, 11:16 WIB
"Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian mengatakan bahwa pembicaraan dengan Kelompok 4+1 akan dimulai kembali pada Kamis (21/10)...
Saeed KHAN / AFP

Sydney Mulai Longgarkan Pembatasan Kegiatan Terkait Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Senin 18 Oktober 2021, 10:46 WIB
Ribuan anak kembali ke sekolah-sekolah di Sydney pada Senin (18/10) setelah hampir empat bulan belajar di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya