Jumat 02 Juli 2021, 17:39 WIB

Korban Tewas Akibat Covid-19 di India Capai 400 Ribu Orang

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Korban Tewas Akibat Covid-19 di India Capai 400 Ribu Orang

AFP
Ilustrasi

 

KORBAN tewas akibat covid-19 di India telah mencapai 400.000 kasus pada Jumat (2/7). India telah mencatat 30,45 juta kasus sejak pecahnya pandemi tahun lalu, dan merupakan negara kedua yang paling terkena dampak setelah Amerika Serikat, yang memiliki 33 juta kasus.

Amerika Serikat mencatat lebih dari 604.000 kematian dan sekitar 518.000 orang telah meninggal di Brasil.

Baca juga: Covid-19 Melonjak, PM Jepang: Olimpiade Bisa Tanpa Penonton

India mencatat 853 kematian dalam 24 jam terakhir, menurut data kementerian kesehatan menunjukkan pada Jumat. Jumlah tersebut membuat negara terpadat kedua di dunia ini mencapai angka 400.000 kematian, dengan 100.000 kematian terakhir bertambah hanya dalam 39 hari.

Tetapi para ahli kesehatan percaya bahwa India mungkin memiliki jumlah kematian yang kurang terhitung secara signifikan dan jumlah sebenarnya bisa mencapai satu juta atau bahkan lebih tinggi.

Puluhan jenazah hanyut di sepanjang sungai Gangga di India utara pada bulan Mei, ketika orang-orang berjuang untuk mengimbangi kematian dan kremasi pada puncak gelombang kedua.

"Penghitungan kematian yang rendah adalah sesuatu yang telah terjadi di seluruh negara bagian, sebagian besar karena kelambatan dalam sistem, jadi itu berarti kita tidak akan pernah memiliki gagasan yang benar tentang berapa banyak orang yang hilang dalam gelombang kedua ini," kata profesor di Kolese Ilmu Sosial Rajagiri, Rijo M John.

Bulan lalu, Bihar, salah satu negara bagian termiskin di India, merevisi total jumlah kematian akibat covid-19 menjadi 9.429 dari 5.424, setelah ada perintah dari pengadilan setempat.

India mencatat total 200.000 kematian pada akhir April, tetapi hanya butuh 28 hari untuk mencapai 300.000 kematian.

Rumah sakit kehabisan tempat tidur dan oksigen selama gelombang kedua pada bulan April dan Mei dan orang-orang meninggal di tempat parkir di luar rumah sakit serta di rumah mereka.

Kasus terus menurun sejak mencapai puncaknya pada Mei, tetapi pejabat pemerintah dan para ahli telah memperingatkan bahwa gelombang ketiga muncul, saat negara itu perlahan-lahan dibuka kembali dan varian baru, yang secara lokal disebut Delta Plus merebak. (Straitstimes/OL-6)
 

Baca Juga

AFP/PAUL RATJE

Ketua Senat AS Minta Biden Hentikan Pengusiran Imigran Asal Haiti

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 22 September 2021, 08:30 WIB
Krisis itu semakin diperparah setelah sebuah foto AFP yang menampilkan petugas perbatasan berkuda menggunakan tali kekang mereka mengusir...
AFP/HO / Iranian Presidency

Presiden Iran Dukung Perundingan Nuklir

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 22 September 2021, 07:30 WIB
"Iran mendukung semua perundingan yang hasil akhirnya adalah mencabut semua sanksi yang...
AFP/Mary Altaffer

Di PBB, Tiongkok Sebut akan Berhenti Danai Proyek Batu Bara di Luar Negeri

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 22 September 2021, 07:00 WIB
Saat berbicara di Majelis Umum PBB, Xi berjanji saat dia bersumpah mempercepat upaya membantu dunia memerangi krisis...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Miliarder Baru dari Pundong

MASYARAKAT dihebohkan dengan video viral warga Dukuh Pundong III, Kelurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membeli tiga mobil dengan uang tunai.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya