Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Korea Utara (Korut) Ri Son Gwon mengesampingkan pembicaraan apa pun dengan Amerika Serikat (AS). Dia menilai dialog dengan Washington tidak akan membuat perubahan.
Komentar Ri itu muncul setelah utusan utama AS, yang bertanggung jawab atas negosiasi Korut, Sung Kim, mengunjungi Korea Selatan (Korsel), minggu ini, dalam upaya untuk memulai kembali diplomasi dengan negara bersenjata nuklir itu.
Tetapi, harapan AS untuk menghidupkan kembali pembicaraan ditolak pejabat berpengaruh Kim Yo Jong, yang merupakan saudara perempuan pemimpin Korut, dengan mengatakan Washington memiliki harapan yang keliru untuk dialog.
Baca juga: Ratu Bertemu Langsung dengan PM Inggris untuk Pertama Kali Sejak Maret 2020
Ri mengatakan dia menyambut baik penolakan Kim terhadap penilaian, dugaan, dan harapan yang tergesa-gesa dari AS.
"Kami bahkan tidak mempertimbangkan kemungkinan kontak dengan AS, apalagi melakukannya. Hal itu tidak akan membawa kami kemana-mana, hanya menghabiskan waktu yang berharga," katanya seperti dikutip kantor berita KCNA yang dikelola pemerintah.
Sejak kemenangan Presiden AS Joe Biden, kedua negara telah mengadopsi sikap menunggu dan melihat hubungan, sangat kontras dengan perjalanan roller-coaster diplomatik di bawah Donald Trump, yang menghasilkan pertemuan bersejarah dengan pemimpin Kim Jong Un tetapi tidak ada kesepakatan tentang membongkar persenjataan nuklir Korut.
Gedung Putih menjanjikan pendekatan praktis dan terkalibrasi, termasuk upaya diplomatik dalam tinjauan baru-baru ini tentang strateginya untuk membujuk Korut agar menghentikan program nuklir dan misilnya.
Pembicaraan antara Washington dan Pyongyang telah lama terhenti mengenai sanksi internasional yang dikenakan pada negara bersenjata nuklir itu dan apa yang harus diserahkan Korut sebagai imbalan atas pencabutannya.
Kim Jong Un, pekan lalu, mengatakan Pyongyang perlu mempersiapkan dialog dan konfrontasi dengan Washington, dengan penekanan pada yang terakhir.
Dalam pernyataannya, Selasa (22/6), Kim Yo Jong mencemooh komentar yang dibuat penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan, yang menyebut pernyataan saudara laki-lakinya (Kim Jong Un) sebagai sinyal yang menarik.
Pyongyang juga dilaporkan telah mengakui negara itu sedang menangani krisis pangan, membunyikan alarm di negara yang telah lama berjuang untuk mencari makan sendiri. (Straitstimes/OL-1)
Amerika Serikat berkomitmen membangun pangkalan permanen di kutub selatan Bulan dengan investasi sebesar US$20 miliar (sekitar Rp338 triliun) selama tujuh tahun ke depan.
RENCANA pengendalian bersama Selat Hormuz oleh Amerika Serikat dan Iran menjadi dinamika baru yang berpotensi mengubah peta kekuatan di Timur Tengah, di tengah konflik
PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dan Iran.
Pemerintah Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait adanya pembicaraan penghentian perang.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).
Presiden Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan segera dibuka di bawah pengawasan AS dan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved