Kamis 24 Juni 2021, 08:52 WIB

Korut tidak Berniat Dialog dengan AS

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Korut tidak Berniat Dialog dengan AS

kxan
Menteri Luar Negeri Korut Ri Son Gwon

 

MENTERI Luar Negeri Korea Utara (Korut) Ri Son Gwon mengesampingkan pembicaraan apa pun dengan Amerika Serikat (AS). Dia menilai dialog dengan Washington tidak akan membuat perubahan.

Komentar Ri itu muncul setelah utusan utama AS, yang bertanggung jawab atas negosiasi Korut, Sung Kim, mengunjungi Korea Selatan (Korsel), minggu ini, dalam upaya untuk memulai kembali diplomasi dengan negara bersenjata nuklir itu.

Tetapi, harapan AS untuk menghidupkan kembali pembicaraan ditolak pejabat berpengaruh Kim Yo Jong, yang merupakan saudara perempuan pemimpin Korut, dengan mengatakan Washington memiliki harapan yang keliru untuk dialog.

Baca juga: Ratu Bertemu Langsung dengan PM Inggris untuk Pertama Kali Sejak Maret 2020

Ri mengatakan dia menyambut baik penolakan Kim terhadap penilaian, dugaan, dan harapan yang tergesa-gesa dari AS.

"Kami bahkan tidak mempertimbangkan kemungkinan kontak dengan AS, apalagi melakukannya. Hal itu tidak akan membawa kami kemana-mana, hanya menghabiskan waktu yang berharga," katanya seperti dikutip kantor berita KCNA yang dikelola pemerintah.

Sejak kemenangan Presiden AS Joe Biden, kedua negara telah mengadopsi sikap menunggu dan melihat hubungan, sangat kontras dengan perjalanan roller-coaster diplomatik di bawah Donald Trump, yang menghasilkan pertemuan bersejarah dengan pemimpin Kim Jong Un tetapi tidak ada kesepakatan tentang membongkar persenjataan nuklir Korut.

Gedung Putih menjanjikan pendekatan praktis dan terkalibrasi, termasuk upaya diplomatik dalam tinjauan baru-baru ini tentang strateginya untuk membujuk Korut agar menghentikan program nuklir dan misilnya.

Pembicaraan antara Washington dan Pyongyang telah lama terhenti mengenai sanksi internasional yang dikenakan pada negara bersenjata nuklir itu dan apa yang harus diserahkan Korut sebagai imbalan atas pencabutannya.

Kim Jong Un, pekan lalu, mengatakan Pyongyang perlu mempersiapkan dialog dan konfrontasi dengan Washington, dengan penekanan pada yang terakhir.

Dalam pernyataannya, Selasa (22/6), Kim Yo Jong mencemooh komentar yang dibuat penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan, yang menyebut pernyataan saudara laki-lakinya (Kim Jong Un) sebagai sinyal yang menarik.

Pyongyang juga dilaporkan telah mengakui negara itu sedang menangani krisis pangan, membunyikan alarm di negara yang telah lama berjuang untuk mencari makan sendiri. (Straitstimes/OL-1)

Baca Juga

Fabrice COFFRINI / AFP

Proyek Pandemi Covid-19 WHO Alami Krisis Dana

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 10:36 WIB
WHO mencari dana mendesak sebesar US$11,5 miliar atau sekitar Rp165 triliun untuk memerangi varian Delta yang lebih menular dari virus...
Medcom

Jadi Calo Ujian untuk Kekasih, Pria Senegal Ditangkap Polisi

👤Lidya Tannia Bangguna 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 10:29 WIB
Menurut kejaksaan, mahasiswa tersebut pindah ke pusat Kota Diourbel untuk mengikuti ujian sarjana muda milik pacarnya atas...
AFP/David Dee Delgado/Getty Images

New York Syaratkan Kartu Vaksin untuk Masuk Restoran dan Pusat Kebugaran

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 10:23 WIB
"Jika Anda telah divaksin, Anda memiliki kunci untuk membuka banyak pintu. Jika Anda tidak divaksin, sayangnya, Anda tidak bisa...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kenyang Janji dan Pasrah Menunggu Keajaiban

Sejak peristiwa gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga kini masih banyak warga terdampak bencana tinggal di hunian sementara.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya