Rabu 23 Juni 2021, 14:11 WIB

Perusahaan Amerika Serikat Latih Anggota Tim Saudi yang Bunuh Khashoggi

Mediaindonesia.com | Internasional
Perusahaan Amerika Serikat Latih Anggota Tim Saudi yang Bunuh Khashoggi

AFP/Philippe Lopez.
Boneka dengan jaket pers ditumpuk anggota Reporter tanpa Batas (RSF) saat protes satu tahun kematian Jamal Khashoggi.

 

EMPAT anggota regu pembunuh Saudi yang membunuh jurnalis yang berbasis di AS, Jamal Khashoggi, pada 2018 telah menerima pelatihan paramiliter di Amerika Serikat. Pelatihan ini disetujui oleh Departemen Luar Negeri. New York Times melaporkan Selasa (22/6) malam.

Khashoggi, seorang warga AS kelahiran Saudi yang menulis untuk Washington Post, ialah seorang kritikus blak-blakan terhadap kepemimpinan Saudi yang pernah dekat dengannya. Dia dibunuh pada 2 Oktober 2018 di konsulat Saudi di Istanbul oleh tim agen yang dikirim dari Arab Saudi.

Empat dari operasi itu, kata New York Times, telah menerima pelatihan dari kelompok keamanan swasta Amerika, Tier 1 Group. Ini langkah yang pertama kali disahkan oleh pemerintahan mantan presiden Barack Obama pada 2014.

Pelatihan itu berlanjut setidaknya sampai awal kepresidenan Donald Trump, kata surat kabar itu. Ini mengutip dokumen yang diberikan kepada pemerintahan Trump oleh seorang pejabat tinggi dari perusahaan induk Tier 1 Group, perusahaan ekuitas swasta Cerberus Capital Management, yang telah melamar posisi senior di Pentagon.

Dalam kesaksian tertulisnya, Louis Bremer menegaskan bahwa Grup Tier 1 memang memberikan pelatihan kepada agen Saudi, tetapi berkeras bahwa pelatihan itu bersifat protektif dan tidak terkait dengan tindakan keji mereka selanjutnya. Bremer mengatakan bahwa empat anggota tim pembunuh menerima pelatihan pada 2017 dan dua dari mereka telah mengikuti kursus sebelumnya dari Oktober 2014 hingga Januari 2015.

Departemen Luar Negeri AS, yang dihubungi oleh AFP, mengatakan tidak dapat mengomentari informasi ini.
Tapi, lembaga ini menyerukan penggunaan yang bertanggung jawab atas peralatan dan pelatihan militer Amerika.

Menurut laporan AS yang dirilis pada Februari, tujuh anggota unit elite yang bertugas melindungi Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman ialah bagian dari regu pembunuh yang membunuh Khashoggi.
The New York Times tidak merinci keempat operator yang dilatih di Amerika Serikat termasuk dalam unit ini.

Mayat jurnalis pembangkang itu, yang dipotong-potong di tempat, tidak pernah ditemukan. Setelah menyangkal pembunuhan itu, Riyadh mengklaim pembunuhan itu dilakukan oleh agen Saudi yang bertindak sendiri.

 
 
Setelah persidangan yang tidak jelas di Arab Saudi, lima orang Saudi dijatuhi hukuman mati dan tiga orang dijatuhi hukuman penjara. Hukuman mati sejak itu telah diringankan. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Olga MALTSEVA

Saint Petersburg Perketat Pembatasan Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 09:00 WIB
Saat ini, Rusia adalah negara Eropa yang paling parah terhantam covid-19 dengan angka kematian total berjumlah 224.310...
AFP/Kenzo TRIBOUILLARD

UE: Tidak Ada Pembicaraan Kesepakatan Nuklir Iran pada Kamis

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 08:30 WIB
Pernyataan itu muncul setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan negosiator nuklir negara itu, Ali Bagheri, akan pergi ke...
AFP/Andrew Harnik

AS tidak akan Ambil Bagian dalam Pembicaraan Soal Afghanistan yang Digelar Rusia

👤Basuki Eka Purnama, Nur Aivanni 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 06:30 WIB
Rusia, Tiongkok, dan Pakistan merupakan negara yang paling aktif berhubungan dengan Taliban sejak kelompok itu mengambil alih kekuasaan di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya