Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 di Afghanistan semakin tidak terkendali. Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) melaporkan kasus meningkat hingga 2.400% dalam sebulan terakhir, membuat rumah sakit penuh dan sumber daya medis habis dengan cepat.
IFRC mengatakan lebih dari sepertiga tes pekan lalu kembali positif.
"Afghanistan berada pada titik krisis dalam pertempuran untuk menahan covid-19 karena tempat tidur rumah sakit penuh dengan kapasitas di ibu kota Kabul dan di banyak daerah," kata Penjabat Presiden Masyarakat Bulan Sabit Merah Afghanistan Nilab Mobarez dalam sebuah pernyataan yang dirilis Komite Internasional Palang Merah.
Lonjakan kasus memberikan tekanan yang kuat pada negara di mana jutaan orang sudah hidup dalam kemiskinan dan kelangkaan sumber daya kesehatan.
Otoritas kesehatan pada Kamis (17/6) mencatat 2.313 kasus positif dan rekor 101 kematian akibat covid-19 dalam 24 jam terakhir. Para pejabat dan ahli mengatakan, tingkat pengujian yang rendah berarti angka resmi itu juga kemungkinan terlalu rendah.
Sistem kesehatan Afghanistan yang rapuh telah dirusak oleh perang selama beberapa dekade. Kekerasan meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan penarikan pasukan asing pimpinan AS hingga September sementara negosiasi damai antara pemerintah Afghanistan dan pemberontak Taliban sebagian besar terhenti.
Baca juga: RS Utama di Afghanistan Tutup Pintu untuk Pasien Covid-19 Baru
Rumah sakit besar telah menutup pintu mereka minggu ini untuk pasien covid-19 baru setelah masuknya kasus membuat mereka kekurangan tempat tidur dan kekurangan oksigen.
IFRC memperingatkan kurangnya akses vaksin dan keraguan akan memperburuk situasi. Kurang dari 0,5% warga Afghanistan telah divaksinasi penuh.
Sekitar 700.000 dosis vaksin Sinopharm Tiongkok tiba di negara itu minggu lalu, memungkinkan pihak berwenang untuk memulai vaksinasinya kembali.
Kepala Delegasi Negara Afghanistan untuk IFRC Necephor Mghendi mengatakan IFRC bekerja dengan pihak berwenang Afghanistan untuk menyediakan lebih banyak sumber daya dan mencoba dan meningkatkan produksi oksigen medis.
"Lebih banyak dukungan internasional diperlukan untuk membantu memenangkan perlombaan melawan virus ini, sehingga kami dapat menyelamatkan ribuan nyawa," ungkapnya.(Straitstimes/OL-5)
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved