Sabtu 12 Juni 2021, 07:23 WIB

Aksi Trump Mata-Matai Anggota DPR AS Picu Kemarahan

Basuki Eka Purnama | Internasional
Aksi Trump Mata-Matai Anggota DPR AS Picu Kemarahan

AFP/MANDEL NGAN
Mantan Presiden AS Donald Trump

 

PARTAI Demokrat, Jumat (11/6), mengungkapkan kemarahan mereka setelah Departemen Kehakiman di era Presiden Donald Trump memata-matai anggota DPR dengan memeriksa catatan telepon mereka. Aksi Trump itu dituding sebagai penyalahgunaan kekuasaan.

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Adam Schiff dan Eric Swalwell, mendapatkan informasi dari Apple bahwa antara 2017 dan 2021, perusahaan itu diperintahkan meneyrahkan catatan komunikasi mereka serta anggota keluarga mereka, termasuk yang masih kanak-kanak, saat Trump berusaha mencari kebocoran tentang hubungan antara kampanyenya pada 2016 dengan Rusia.

Bukti mengenai keterlibatan kedua dalam kebocoran informasi itu ditemukan namun aksi mata-mata terhadap keduanya berlanjut selama Trump menjabat hingga Januari 2021.

Baca juga: Gubernur Texas Ingin Lanjutkan Pembangunan Tembok di Perbatasan

Schiff menuding aksi Trump itu sebagai mempersenjatai penegang hukum oleh seorang presiden korup.

"Politisasi departemen kehakiman dan pelanggaran aturan hukum adalah serangan berbahaya terhadap demokrasi kita yang dilakukan oleh seorang mantan presiden," ujar Schiff.

Pemimpin Senat AS mengancam akan memanggil dua jaksa agung di era Trump, Jeff Sessions dan Bill Barr, yang memimpin aksi mata-mata itu, untuk bersaksi.

"Ini adalah penyalahgunaan kekuasaan dan penyerangan terhadap pembagian kekuasaan," ujar pemimpin Senat Chuck Schumer dan Ketua Komisi Hukum Senat AS Dick Durbin.

Departemen Kehakiman AS, yang kini dipimpin Jaksa Agung Merrick Garland, Jumat (11/6), mengatakan akan menyelidiki surat perintah dan aksi lainnya untuk menyelidiki anggota DPR dan wartawan di era Trump. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP/Saul Loeb

Gedung Putih Dukung Pencabutan Otorisasi Penggunaan Militer Irak

👤Lidya Tannia Bangguna 🕔Selasa 15 Juni 2021, 11:01 WIB
"Pemerintah mendukung pencabutan AUMF 2002 karena AS tidak memiliki kegiatan militer berkelanjutan yang hanya mengandalkan AUMF 2002...
AFP/Brendan SMIALOWSKI

Jaksa Agung AS Janji Tindak Pengawasan terhadap Partai Demokrat

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 15 Juni 2021, 10:19 WIB
"Politis atau pertimbangan lain tidak boleh berperan dalam tindakan penyelidikan apa...
AFP/Oli Scarff

WHO Peringatkan Virus Bergerak Lebih Cepat Daripada Vaksin

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 15 Juni 2021, 07:32 WIB
Para pemimpin kesehatan global juga memperingatkan janji itu terlalu sedikit, terlalu terlambat, dengan lebih dari 11 miliar suntikan yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya